WAJIB TA’AT KEPADA RASULULLAH SAW
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillah, Allah telah mewajibkan ummat Islam mengikuti Rasulullah SAW. Kewajiban mengikuti Rasul itu telah dinyatakan Allah Tuhan kita secara tegas pada banyak tempat di dalam kitab sucinya (Al-Qur’an). Namun demikian sebagian orang masih juga mengikuti jalan-jalan selain yang diperintahkan oleh Rasul. Malah ada sebagian orang yang lebih mengutamakan perkataan Ustadz, perkataan Guru, Kiyai dan yang lainnya dari pada perkataan Rasul, padahal perkataan mereka bertentangan dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW. Allah telah melarang kita untuk mengikuti kebanyakan orang, tanpa terlebih dahulu memeriksa dalilnya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an : “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap) Allah. (QS. Al-An’aam : 116).
Rasullah SAW sendiri telah menyatakan dalam hadits shahih, “Tidaklah yang keluar dari mulutku ini kecuali kebenaran”. Juga Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya : “Tidakkah kalian percaya kepadaku. Aku adalah orang kepercayaan Dzat yang di langit. Datang kepadaku wahyu setiap pagi dan petang”. Bahkan Rasullullah berkata kepada para sahabatnya : “Jika Musa masih hidup, dia wajib mengikuti syariatku”.
Pada zaman sekarang ini, banyak perbuatan yang dilakukan sebagian orang jelas-jelas menyalahi perintah Rasulullah SAW, seperti :
· Tidak menghadiri shalat wajib berjama’ah di mesjid. Padahal Rasul memerintahkan kaum laki-laki untuk shalat berjama’ah lima waktu di mesjid. Bahkan seorang sahabat yang buta sekalipun tidak mendapat keringanan dari Rasul untuk melakukan shalat wajib lima waktu di rumah. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa : “Barang siapa yang mendengar adzan, namun tidak memenuhi panggilannya, maka tidak ada shalat baginya”. Selain itu Rasulullah juga bersabda : “Orang munafik tidak menghadiri dua shalat ini, yaitu shalat ‘isya dan subuh”.
· Beribadah di kuburan (seperti ; membaca Al-Qur’an, berkurban, thawaf, dll) .Padahal Rasul telah melarang perbuatan tersebut dan menyatakan bahwa mereka yang melakukannya seburuk-buruk makhluk.
· Mencukur janggut. Padahal Rasul telah melarang kaum laki-laki mencukur janggut untuk membedakan kaum laki-laki muslim dengan orang-orang jahudi, nasrani dan majusi.
· Memakai pakaian melebihi mata kaki, padahal Rasulullah melarang kaum laki-laki memakai pakaian melebihi mata kaki dan memberi ancaman bahwa siapa yang melakukannya Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat dan tempatnya di neraka. Rasul juga bersabda : “Pakaian seorang muslim itu sampai pertengahan betis. Jika ingin lebih dari itu sampai mata kaki. Dan yang melebihi mata kaki tempatnya di neraka”.
· Memajang gambar-gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan) di dalam rumah. Padahal Rasul melarang perbuatan tersebut dan menyatakan bahwa malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar makhluk bernyawa.
· Mendatangi dukun dan bertanya kepadanya tentang sesuatu. Padahal Rasul melarang pergi ke dukun dan menyatakan bahwa orang yang bertanya kepada dukun shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Dan jika mempercayainya, maka dia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad (Rasul).
· Sebagian orang menyatakan bahwa Allah itu ada di mana-mana. Padahal Rasul menyatakan bahwa Allah itu berada di langit, di atas ‘Arasy-Nya. Allah sendiri menyatakan bahwa Dia berada di atas langit, di atas ‘Arasy-Nya pada banyak tempat di dalam Al-Qur’an.
· Dan banyak lagi hal lain yang menyalahi ajaran Rasulullah SAW.
Barang siapa yang menta’atai Rasul berarti dia menta’ati Allah. Kepada orang-orang yang mengikuti Rasul, Allah akan memberikan ampunan, kasih sayang, rahmat dan menempatkannya kelak pada hari kiamat bersama para Nabi, para shiddiiqiin, para syuhada dan shalihin di dalam surga.
Dalil-dalil di dalam Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk mengikuti Rasul sangatlah banyak, di antaranya adalah :
1. “Barang siapa yang menta’ati Rasul, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. (QS. An-Nisaa : 80).
2. “Dan barang siapa yang menta’ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : Nabi-Nabi, para shiddiiqiin, orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisaa’ : 69).
3. “Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. Ali Imran : 132).
4. “Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali Imran : 31).
5. "Katakanlah : “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. Ali Imran : 32).
6. “Dan ta’atlah kamu kepada Allah dan ta’atlah kamu kepada Rasul dan berhati-hatilah." (QS. Al-Maidah : 92).
7. “Apa-apa yang diperintahkan Rasul kepadamu terimalah dia, dan apa-apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." (QS. Al-Hasyr :7).
8. “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab : 21).
Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita untuk dapat bersungguh-sungguh mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Alhamdulillahirabbil’alamiin.
Titi Sewa, 22 Februari 2007
Abu Fahmi Muhammad Zulfin
Alhamdulillah, Allah telah mewajibkan ummat Islam mengikuti Rasulullah SAW. Kewajiban mengikuti Rasul itu telah dinyatakan Allah Tuhan kita secara tegas pada banyak tempat di dalam kitab sucinya (Al-Qur’an). Namun demikian sebagian orang masih juga mengikuti jalan-jalan selain yang diperintahkan oleh Rasul. Malah ada sebagian orang yang lebih mengutamakan perkataan Ustadz, perkataan Guru, Kiyai dan yang lainnya dari pada perkataan Rasul, padahal perkataan mereka bertentangan dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW. Allah telah melarang kita untuk mengikuti kebanyakan orang, tanpa terlebih dahulu memeriksa dalilnya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an : “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap) Allah. (QS. Al-An’aam : 116).
Rasullah SAW sendiri telah menyatakan dalam hadits shahih, “Tidaklah yang keluar dari mulutku ini kecuali kebenaran”. Juga Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya : “Tidakkah kalian percaya kepadaku. Aku adalah orang kepercayaan Dzat yang di langit. Datang kepadaku wahyu setiap pagi dan petang”. Bahkan Rasullullah berkata kepada para sahabatnya : “Jika Musa masih hidup, dia wajib mengikuti syariatku”.
Pada zaman sekarang ini, banyak perbuatan yang dilakukan sebagian orang jelas-jelas menyalahi perintah Rasulullah SAW, seperti :
· Tidak menghadiri shalat wajib berjama’ah di mesjid. Padahal Rasul memerintahkan kaum laki-laki untuk shalat berjama’ah lima waktu di mesjid. Bahkan seorang sahabat yang buta sekalipun tidak mendapat keringanan dari Rasul untuk melakukan shalat wajib lima waktu di rumah. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa : “Barang siapa yang mendengar adzan, namun tidak memenuhi panggilannya, maka tidak ada shalat baginya”. Selain itu Rasulullah juga bersabda : “Orang munafik tidak menghadiri dua shalat ini, yaitu shalat ‘isya dan subuh”.
· Beribadah di kuburan (seperti ; membaca Al-Qur’an, berkurban, thawaf, dll) .Padahal Rasul telah melarang perbuatan tersebut dan menyatakan bahwa mereka yang melakukannya seburuk-buruk makhluk.
· Mencukur janggut. Padahal Rasul telah melarang kaum laki-laki mencukur janggut untuk membedakan kaum laki-laki muslim dengan orang-orang jahudi, nasrani dan majusi.
· Memakai pakaian melebihi mata kaki, padahal Rasulullah melarang kaum laki-laki memakai pakaian melebihi mata kaki dan memberi ancaman bahwa siapa yang melakukannya Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat dan tempatnya di neraka. Rasul juga bersabda : “Pakaian seorang muslim itu sampai pertengahan betis. Jika ingin lebih dari itu sampai mata kaki. Dan yang melebihi mata kaki tempatnya di neraka”.
· Memajang gambar-gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan) di dalam rumah. Padahal Rasul melarang perbuatan tersebut dan menyatakan bahwa malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar makhluk bernyawa.
· Mendatangi dukun dan bertanya kepadanya tentang sesuatu. Padahal Rasul melarang pergi ke dukun dan menyatakan bahwa orang yang bertanya kepada dukun shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Dan jika mempercayainya, maka dia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad (Rasul).
· Sebagian orang menyatakan bahwa Allah itu ada di mana-mana. Padahal Rasul menyatakan bahwa Allah itu berada di langit, di atas ‘Arasy-Nya. Allah sendiri menyatakan bahwa Dia berada di atas langit, di atas ‘Arasy-Nya pada banyak tempat di dalam Al-Qur’an.
· Dan banyak lagi hal lain yang menyalahi ajaran Rasulullah SAW.
Barang siapa yang menta’atai Rasul berarti dia menta’ati Allah. Kepada orang-orang yang mengikuti Rasul, Allah akan memberikan ampunan, kasih sayang, rahmat dan menempatkannya kelak pada hari kiamat bersama para Nabi, para shiddiiqiin, para syuhada dan shalihin di dalam surga.
Dalil-dalil di dalam Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk mengikuti Rasul sangatlah banyak, di antaranya adalah :
1. “Barang siapa yang menta’ati Rasul, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. (QS. An-Nisaa : 80).
2. “Dan barang siapa yang menta’ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : Nabi-Nabi, para shiddiiqiin, orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisaa’ : 69).
3. “Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. Ali Imran : 132).
4. “Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali Imran : 31).
5. "Katakanlah : “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. Ali Imran : 32).
6. “Dan ta’atlah kamu kepada Allah dan ta’atlah kamu kepada Rasul dan berhati-hatilah." (QS. Al-Maidah : 92).
7. “Apa-apa yang diperintahkan Rasul kepadamu terimalah dia, dan apa-apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." (QS. Al-Hasyr :7).
8. “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab : 21).
Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita untuk dapat bersungguh-sungguh mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Alhamdulillahirabbil’alamiin.
Titi Sewa, 22 Februari 2007
Abu Fahmi Muhammad Zulfin



<< Beranda