RIDHO20158

Selamat Datang di Blog Ridho20158

30 Agustus, 2008

Tafsir Surat Al-Baqarah: 1-2

“Alif Lam Mim. Kitab tersebut tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”

Diterangkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah:
Pembicaraan tentang apa yang terkandung di dalam lafadz basmalah telah berlalu. Adapun potongan-potongan huruf yang terdapat di dalam awal-awal surat, [seperti الم, الر, ص, ق, dan lain-lain,] maka yang paling selamat, sikap terhadap potongan huruf tersebut adalah diam terhadap sikap mencari-cari maknanya. Hal ini karena tidak ada sandaran yang syar'i yang menerangkan kepada kita makna potongan-potongan huruf tersebut. [Tidak ada dari Al-Quran, Sunnah dan perkataan para shabat yang menerangkan maknanya.]

Namun harus diyakini bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah menurunkannya dalam keadaan sia-sia, tetapi Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan potongan huruf-huruf tersebut karena ada suatu hikmah yang kita tidak mengetahuinya, [karena Allah dan Rosul-Nya tidak memberitahukan kepada kita].

Dan firman Allah: { ذَلِكَ الْكِتَابُ } “Kitab tersebut (Al-Quranul Karim)”

Yakni kitab yang agung ini, yang mana kitab agung ini adalah kitab yang hakiki. Kitab tersebut mengandung segala sesuatu yang tidak dikandung oleh kitab-kitab yang telah lalu maupun kitab-kitab mutaakhirin, [apa yang terkandung dalam Al-Quran tidaklah sebagaimana yang terkandung pada apa yang ada dalam kitab-kitab yang telah lalu maupun kitab-kitab mutaakhirin atau kitab yang dikarang oleh manusia] karena kitab ini mengandung ilmu yang agung dan kebenaran yang jelas.

{ لاَ رَيْبَ فِيهِ } “Tidak ada keraguan padanya”
Tidak ada padanya keragu-raguan dari segi manapun yang ada. [Apakah lafadznya, apakah maknanya, apakah pada waktu diturunkan maupun setelah meninggalnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, maka tidak terkandung padanya keraguan dan kebimbangan.] Dan ditiadakannya keragu-raguan dari Al-Quran Al-Karim ini memberikan konsekuensi lawannya. Lawan keraguan dan kebimbangan adalah al-yaqin (keyakinan, kepastian). Maka Al-Quran ini mengandung ilmu yaqin yang menghilangkan berbagai macam keragu-raguan dan kebimbangan.

Hal ini merupakan suatu kaidah yang bermanfaat, bahwasanya penafian (peniadaan) yang dimaksud dengan ayat ini [tatkala Allah berfirman (ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ )] maksudnya adalah pujian.
(Bersambung, Insya ALLAH) (Kitab Taisir Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan, Penulis Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di. Dibahas oleh Ustadz Muhammad Ikhsan, Pimpinan Ponpes Difa’anis Sunnah, Sewon, Bantul setiap hari Kamis pukul 16.00 – 17.30 di Masjid Al Hasanah, depan Mirota Kampus Jogjakarta.)

diposkan oleh rid pada 11:20 AM

<< Beranda

Google

  • HUKUM MUSIK DAN LAGU
  • Nasehat (1): MEMILIH ISTRI YANG TEPAT
  • FITNAH AKHIR ZAMAN
  • RIYA' DALAM IBADAH
  • MENGGAMBAR MAKHLUK YANG BERNYAWA
  • WAJIB TA’AT KEPADA RASULULLAH SAW
  • Sabar terhadap Taqdir Allah
  • MARHABAN YA RAMADHAN
  • Wajibnya Berbakti Dan Haramnya Durhaka Kepada Oran...
  • PERPECAHAN DIANTARA PARA SALAFYYIN

Powered by Blogger

Berlangganan
Entri [Atom]

Add to Google

Subscribe in NewsGator Online

Subscribe in Rojo

Log in Now

Add to Pageflakes

Powered by FeedBurner