<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700</id><updated>2011-12-15T09:34:45.656+07:00</updated><category term='islam'/><title type='text'>RIDHO20158</title><subtitle type='html'>Selamat Datang di Blog Ridho20158</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ridho20158.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-5473880288867252665</id><published>2011-11-01T17:59:00.003+07:00</published><updated>2011-11-01T18:11:56.515+07:00</updated><title type='text'>KEUTAMAAN SABAR DALAM AL-QUR-AN DAN AS-SUNNAH</title><content type='html'>Sabar Dalam Al-Qur-an&lt;br /&gt;Karena pentingnya masalah sabar dan agungnya kedudukan sabar dalam agami ini, serta sangat butuhnya manusia terhadap kesabaran, maka Al-Qur-an menyebutkan keutamaan sabar dalam banyak tempat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-5473880288867252665?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/5473880288867252665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/5473880288867252665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2011/11/keutamaan-sabar-dalam-al-qur-dan-as.html' title='KEUTAMAAN SABAR DALAM AL-QUR-AN DAN AS-SUNNAH'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-6014801230239783876</id><published>2009-01-05T10:44:00.001+07:00</published><updated>2010-05-01T12:29:16.411+07:00</updated><title type='text'>Brokoli, Sayuran Berkhasiat Obat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BROKOLI (Brassica oleracea var italica) dapat dimakan mentah, bisa juga diolah menjadi beragam hidangan lezat. Seperti sayuran lain, tumbuhan ini juga menyimpan kandungan lemak, protein, karbohidrat, serat, air, zat besi, kalsium, dan aneka vitamin (A, C, E, ribofalvin, nikotinamide). Tak heran jika ia juga termasuk kelompok tanaman obat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Brokoli merupakan bunga dari sayuran sejenis kubis-kubisan. Sayuran ini merupakan kumpulan dari kuntum bunga yang membentuk gerombolan berupa kuntum. Brokoli termasuk sayuran yang tidak tahan cuaca panas. Karena itu, ia hanya cocok tumbuh di daerah sejuk (dataran tinggi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain dimanfaatkan ibu rumah tangga sebagai bahan sayuran, atau dikonsumsi sebagai sayuran rebus, ternyata sayuran keriting dan berwarna hijau ini sangat bermanfaat untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain bagus untuk regenerasi sel-sel, juga mampu mengusir sejumlah penyakit. Misalnya, membantu menurunkan risiko gangguan jantung, stroke, katarak, spina bifida (gangguan kelainan tulang belakang), serta membantu melawan anemia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cegah Kanker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam uji proksimat, brokoli diketahui mengandung glukosinolates berkadar tinggi dan sulforafan. Unsur yang disebut terakhir diyakini sebagai satu-satunya obat penekan penyebaran kanker dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Belum lama ini, para ilmuwan Ohio State University (AS) berhasil mengisolasi kandungan isothiocyanates aktif antikanker yang ada dalam brokoli. Uji coba di laboratorium menunjukkan bahan aktif yang terbentuk dari glukosionolates ini ketika dicerna menghambat pertumbuhan sel kanker.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan hasil riset Institut Penelitian Makanan (IRF) Inggris juga membuktikan, senyawa sulforafan dipercaya mampu menahan efek berkelanjutan dari kanker. Bila kita bisa memproduksi brokoli dengan kualitas tinggi, maka unsur kimia tersebut juga akan mempunyai kapasitas dan daya guna lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, mengkonsumsi brokoli dengan kadar sulforafan tinggi membuat para penderita kanker dapat meminimalkan potensi kesakitan. Biasakanlah keluarga Anda untuk mengkonsumsi brokoli, agar terhindari dari penyakit modern yang menakutkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat Indonesia sebenarnya tidak mempunyai kendala ekonomi un-tuk mengonsumsi sayuran lebih ba-nyak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya kebiasaan atau bu-daya makan yang harus diperbaiki, sehingga sayuran menjadi menu sehari-hari bagi keluarga. (Dela, dari berbagai sumber-32)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-6014801230239783876?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/6014801230239783876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/6014801230239783876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2009/01/brokoli-sayuran-berkhasiat-obat.html' title='Brokoli, Sayuran Berkhasiat Obat'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-6448542116340134329</id><published>2008-08-30T11:20:00.001+07:00</published><updated>2010-05-01T12:30:21.061+07:00</updated><title type='text'>Tafsir Surat Al-Baqarah: 1-2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Alif Lam Mim. Kitab tersebut tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diterangkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembicaraan tentang apa yang terkandung di dalam lafadz basmalah telah berlalu. Adapun potongan-potongan huruf yang terdapat di dalam awal-awal surat, [seperti الم, الر, ص, ق, dan lain-lain,] maka yang paling selamat, sikap terhadap potongan huruf tersebut adalah diam terhadap sikap mencari-cari maknanya. Hal ini karena tidak ada sandaran yang syar'i yang menerangkan kepada kita makna potongan-potongan huruf tersebut. [Tidak ada dari Al-Quran, Sunnah dan perkataan para shabat yang menerangkan maknanya.]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun harus diyakini bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah menurunkannya dalam keadaan sia-sia, tetapi Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan potongan huruf-huruf tersebut karena ada suatu hikmah yang kita tidak mengetahuinya, [karena Allah dan Rosul-Nya tidak memberitahukan kepada kita].&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah: { ذَلِكَ الْكِتَابُ } “Kitab tersebut (Al-Quranul Karim)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yakni kitab yang agung ini, yang mana kitab agung ini adalah kitab yang hakiki. Kitab tersebut mengandung segala sesuatu yang tidak dikandung oleh kitab-kitab yang telah lalu maupun kitab-kitab mutaakhirin, [apa yang terkandung dalam Al-Quran tidaklah sebagaimana yang terkandung pada apa yang ada dalam kitab-kitab yang telah lalu maupun kitab-kitab mutaakhirin atau kitab yang dikarang oleh manusia] karena kitab ini mengandung ilmu yang agung dan kebenaran yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;{ لاَ رَيْبَ فِيهِ } “Tidak ada keraguan padanya”&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada padanya keragu-raguan dari segi manapun yang ada. [Apakah lafadznya, apakah maknanya, apakah pada waktu diturunkan maupun setelah meninggalnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, maka tidak terkandung padanya keraguan dan kebimbangan.] Dan ditiadakannya keragu-raguan dari Al-Quran Al-Karim ini memberikan konsekuensi lawannya. Lawan keraguan dan kebimbangan adalah al-yaqin (keyakinan, kepastian). Maka Al-Quran ini mengandung ilmu yaqin yang menghilangkan berbagai macam keragu-raguan dan kebimbangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini merupakan suatu kaidah yang bermanfaat, bahwasanya penafian (peniadaan) yang dimaksud dengan ayat ini [tatkala Allah berfirman (ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ )] maksudnya adalah pujian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Bersambung, Insya ALLAH) (Kitab Taisir Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan, Penulis Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di. Dibahas oleh Ustadz Muhammad Ikhsan, Pimpinan Ponpes Difa’anis Sunnah, Sewon, Bantul setiap hari Kamis pukul 16.00 – 17.30 di Masjid Al Hasanah, depan Mirota Kampus Jogjakarta.)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-6448542116340134329?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/6448542116340134329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/6448542116340134329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2008/08/tafsir-surat-al-baqarah-1-2.html' title='Tafsir Surat Al-Baqarah: 1-2'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-3650146358865630074</id><published>2007-11-15T15:47:00.002+07:00</published><updated>2010-04-29T12:22:40.820+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><title type='text'>HUKUM MUSIK DAN LAGU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PANDANGAN AL QUR'AN DAN AS SUNNAH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;"Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan lahwul hadits untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu bahan olok-olokan." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(Luqman: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar mufassir berkomen-tar, yang dimaksud dengan lahwul hadits dalam ayat tersebut adalah nyanyian. Hasan Al Basri berkata,ayat itu turun dalam masalah musik dan lagu. Allah berfirman kepada setan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;"Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Maksudnya dengan lagu (nyanyian) dan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Abu Daud)&lt;br /&gt;Dengan kata lain, akan datang suatu masa di mana beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera asli, minum-minuman keras dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud dengan musik di sini adalah segala sesuatu yang menghasilkan bunyi dan suara yang indah serta menyenangkan. Seperti kecapi, gendang, rebana, seruling, serta berbagai alat musik modern yang kini sangat banyak dan beragam. Bahkan termasuk di dalamnya jaros (lonceng, bel, klentengan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Lonceng adalah nyanyian setan."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di masa dahulu mereka hanya mengalungkan klentengan pada leher binatang. Hadits di atas menun-jukkan betapa dibencinya suara bel tersebut. Penggunaan lonceng juga ber-arti menyerupai orang-orang nasrani, di mana lonceng bagi mereka merupakan suatu yang prinsip dalam aktivitas gereja.&lt;br /&gt;Imam Syafi'i dalam kitabnya Al Qadha' berkata: &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Nyanyian adalah kesia-siaan yang dibenci, bahkan menyerupai perkara batil. Barangsiapa memperbanyak nyanyian maka dia adalah orang dungu, syahadat (kesaksiannya) tidak dapat diterima."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nyanyian di masa kini:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan lagu dan musik pada saat ini di adakan dalam berbagai pesta juga dalam tayangan televisi dan siaran radio. Mayoritas lagu-lagunya berbicara tentang asmara, kecantikan, ketampanan dan hal lain yang lebih banyak mengarah kepada problematika biologis, sehingga membangkitkan nafsu birahi terutama bagi kawula muda dan remaja. Pada tingkat selanjutnya membuat mereka lupa segala-galanya sehingga terjadilah kemaksiatan, zina dan dekadensi moral lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu dan musik pada saat ini tak sekedar sebagai hiburan tetapi sudah merupakan profesi dan salah satu lahan untuk mencari rizki. Dari hasil menyanyi, para biduan dan biduanita bisa mem-bangun rumah megah, membeli mobil mewah atau berwisata keliling dunia, baik sekedar pelesir atau untuk pentas dalam sebuah acara pesta musik.&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi hura-hura musik --baik dari dalam atau manca negara-- sangat merusak dan banyak menimbulkan bencana besar bagi generasi muda. Lihatlah betapa setiap ada pesta kolosal musik, selalu ada saja yang menjadi korban. Baik berupa mobil yang hancur, kehilangan uang atau barang lainnya, cacat fisik hingga korban meninggal dunia. Orang-orang berjejal dan mau saja membayar meski dengan harga tiket yang tinggi. Bagi yang tak memiliki uang terpaksa mencari akal apapun yang penting bisa masuk stadion, akhirnya merusak pagar, memanjat dinding atau merusak barang lainnya demi bisa menyaksikan pertunjukan musik kolosal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pentas dimulai, seketika para penonton hanyut bersama alunan musik. Ada yang menghentak, menjerit histeris bahkan pingsan karena mabuk musik.&lt;br /&gt;Para pemuda itu mencintai para penyanyi idola mereka melebihi kecintaan mereka kepada Allah Ta'ala yang menciptakannya, ini adalah fitnah yang amat besar.&lt;br /&gt;Tersebutlah pada saat terjadi perang antara Bangsa Arab dengan Yahudi tahun 1967, para pembakar semangat menyeru kepada para pejuang: "Maju terus, bersama kalian biduan fulan dan biduanita folanah ... ", kemudian mereka menderita kekalahan di tangan para Yahudi yang pendosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya diserukan: Maju terus, Allah bersama kalian, Allah akan menolong kalian." Dalam peperangan itu pula, salah seorang biduanita memaklumkan jika mereka menang maka ia akan menyelenggarakan pentas bulanannya di Tel Aviv, ibukota Israel -padahal biasanya digelar di Mesir. Sebaliknya yang dilakukan orang-orang Yahudi setelah merebut kemenangan adalah mereka bersimpuh di Ha'ith Mabka (dinding ratapan) sebagai tanda syukurnya kepada Tuhan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua nyanyian itu hampir sama, bahkan hingga nyanyian-nyanyian yang bernafaskan Islam sekalipun tidak akan lepas dari kemungkaran. Bahkan di antara sya'ir lagunya ada yang berbunyi:&lt;br /&gt;"Dan besok akan dikatakan, setiap nabi berada pada kedudukannya ...&lt;br /&gt;Ya Muhammad inilah Arsy, terimalah ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait terakhir dari sya'ir tersebut adalah suatu kebohongan besar terhadap Allah dan RasulNya, tidak sesuai dengan kenyataan dan termasuk salah satu bentuk pengkultusan terhadap diri Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam, padahal hal semacam itu dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kiat Mengobati virus nyanyian dan musik :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di antara beberapa langkah yang dianjurkan adalah:&lt;br /&gt;Jauhilah dari mendengarnya baik dari radio, televisi atau lainnya, apalagi jika berupa lagu-lagu yang tak sesuai dengan nilai-nilai akhlak dan diiringi dengan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara lawan paling jitu untuk menangkal ketergantungan kepada musik adalah dengan selalu mengingat Allah dan membaca Al Qur'an, terutama surat Al Baqarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Allah Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al Baqarah."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;"Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."(&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Yunus: 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca sirah nabawiyah (riwayat hidup Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam) , demikian pula sejarah hidup para sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nyanyian yang diperbolehkan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa nyanyian yang diperbolehkan yaitu:&lt;br /&gt;Menyanyi pada hari raya. Hal itu berdasarkan hadits A'isyah:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Suatu ketika Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam masuk ke bilik 'Aisyah, sedang di sisinya ada dua orang hamba sahaya wanita yang masing-masing memukul rebana (dalam riwayat lain ia berkata: "... dan di sisi saya terdapat dua orang hamba sahaya yang sedang menyanyi."), lalu Abu Bakar mencegah keduanya. Tetapi Rasulullah malah bersabda: "Biarkanlah mereka karena sesungguhnya masing-masing kaum memiliki hari raya, sedangkan hari raya kita adalah pada hari ini."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyanyi dengan rebana ketika berlangsung pesta pernikahan, untuk menyemarakkan suasana sekaligus memperluas kabar pernikahannya. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Pembeda antara yang halal dengan yang haram adalah memukul rebana dan suara (lagu) pada saat pernikahan."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Hadits shahih riwayat Ahmad). Yang dimaksud di sini adalah khusus untuk kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasyid Islami (nyanyian Islami tanpa diiringi dengan musik) yang disenandungkan saat bekerja sehingga bisa lebih membangkitkan semangat, terutama jika di dalamnya terdapat do'a. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyenandungkan sya'ir Ibnu Rawahah dan menyemangati para sahabat saat menggali parit. Beliau bersenandung:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 204, 204);"&gt;"Ya Allah tiada kehidupan kecuali kehidupan akherat maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika kaum Muhajirin dan Anshar menyambutnya dengan senandung lain:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Kita telah membai'at Muhammad, kita selamanya selalu dalam jihad."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ketika menggali tanah bersama para sahabatnya, Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga bersenandung dengan sya'ir Ibnu Rawahah yang lain:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Demi Allah, jika bukan karena Allah, tentu kita tidak mendapat petunjuk, tidak pula kita bersedekah, tidak pula mengerjakan shalat.&lt;br /&gt;Maka turunkanlah ketenangan kepada kami, mantapkan langkah dan pendirian kami jika bertemu (musuh)Orang-orang musyrik telah men durhakai kami, jika mereka mengingin-kan fitnah maka kami menolaknya."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara koor dan tinggi mereka balas bersenandung &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Kami menolaknya, ... kami menolaknya."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Muttafaq 'Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian yang mengandung pengesaan Allah, kecintaan kepada Rasululah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan menyebutkan sifat-sifat beliau yang terpuji; atau mengandung anjuran berjihad, teguh pendirian dan memper-baiki akhlak; atau seruan kepada saling mencintai, tomenolong di antara sesama; atau menyebutkan beberapa kebaikan Islam, berbagai prinsipnya serta hal-hal lain yang bermanfaat buat masyarakat Islam, baik dalam agama atau akhlak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara berbagai alat musik yang diperbolehkan hanyalah rebana. Itupun penggunaannya terbatas hanya saat pesta pernikahan dan khusus bagi para wanita. Kaum laki-laki sama sekali tidak dibolehkan memakainya. Sebab Rasul Shallallahu 'Alahih Wasallam tidak memakainya, demikian pula halnya dengan para sahabat beliau Radhiallahu 'Anhum Ajma'in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang sufi memperbolehkan rebana, bahkan mereka berpendapat bahwa menabuh rebana ketika dzikir hukumnya sunnat, padahal ia adalah bid'ah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;"Jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan adalah bid'ah. dan setiap bid'ah adalah sesat."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HR. Turmudzi, beliau berkata: hadits hasan shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dari: Rasa'ilut Taujihat Al Islamiyah, 1/ 514 - 516.&lt;br /&gt;Oleh: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-3650146358865630074?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/3650146358865630074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/3650146358865630074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2007/11/hukum-musik-dan-lagu.html' title='HUKUM MUSIK DAN LAGU'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-7325950005842844165</id><published>2007-11-02T16:07:00.001+07:00</published><updated>2008-08-08T10:57:07.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><title type='text'>Nasehat (1): MEMILIH ISTRI YANG TEPAT</title><content type='html'>Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (An-Nur: 32). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya seseorang memilih isteri shalihah dengan syarat-syarat sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;"Wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu (miskin, merana)".&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 9/132.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah''.&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;Hadits riwayat Muslim (1468), cet. Abdul Baqi; dan riwayat An-Nasa'i dari Ibnu Amr, Shahihul Jami', hadits no.3407&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;"Hendaklah salah seorang dari kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang selalu dzikir dan isteri beriman yang menolongnya dalam persoalan akhirat".&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Hadits riwayat Ahmad (5/282), At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Tsauban, Shahihul Jami', hadits no. 5231&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;Dalam riwayat lain disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;"Dan isteri shalihah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik (harta) yang disimpan manusia".&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Hadits riwayat Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Abu Umamah. Lihat Shahihul Jami', hadits no. 4285&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;"Kawinilah perempuan yang penuh cinta dan yang subur peranakannya. Sesungguhnya aku membanggakan dengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi pada hari Kiamat."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Hadits riwayat Imam Ahmad (3/245), dari Anas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;Dikatakan dalam Irwa 'ul Ghalil, "Hadits ini shahih", 6/195&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;"(Nikahilah) gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih banyak keturunannya, lebih manis tutur katanya dan lebih menerima dengan sedikit (qana'ah)".&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Hadits riwayat lbnu Majah, No. 1861 dan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits No. 623&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;Dalam riwayat lain disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Lebih sedikit tipu dayanya".&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Sebagaimana wanita shalihah adalah salah satu dari empat sebab kebahagiaan maka sebaliknya wanita yang tidak shalihah adalah salah satu dari empat penyebab sengsara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;Seperti tersebut dalam hadits shahih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalihah, engkau memandangnya lalu engkau kagum dengannya, dan engkau pergi daripadanya tetapi engkau merasa aman dengan dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia mengungkapkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi daripadanya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Hadits riwayat Ibnu Hibban dan lainnya, dalam As-Silsilah Ash- Shahihah, hadits no. 282&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, perlu memperhatikan dengan seksama keadaan orang yang meminang wanita muslimah tersebut, baru mengabulkannya setelah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Jika datang kepadamu seseorang yang engkau rela terhadap akhlak dan agamanya maka nikahkanlah, jika tidak kamu lakukan niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar".&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Hadits riwayat Ibnu Majah 1967, dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits no. 1022&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal-hal di atas perlu dilakukan dengan misalnya bertanya, melakukan penelitian, mencari informasi dan sumber-sumber berita terpercaya agar tidak merusak dan menghancurkan rumah tangga yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Laki-laki shalih dengan wanita shalihah akan mampu membangun rumah tangga yang baik, sebab negeri yang baik akan keluar tanamannya dengan izin Tuhannya, sedang negeri yang buruk tidak akan keluar tanaman daripadanya kecuali dengan susah payah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;Wallahu'alam. Dikutip dari buku 40 Nasehat memperbaiki rumah tangga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-7325950005842844165?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/7325950005842844165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/7325950005842844165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2007/11/nasehat-1-memilih-istri-yang-tepat.html' title='Nasehat (1): MEMILIH ISTRI YANG TEPAT'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-7007285597980021294</id><published>2007-10-11T11:19:00.001+07:00</published><updated>2008-08-08T11:05:15.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><title type='text'>FITNAH AKHIR ZAMAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga dan segenap sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari Kemudian kelak. Amma ba'du: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;"Alif laaf miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah menge-tahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Al-Ankabut: 1-3) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita semua tentang fitnah-fitnah (malapetaka) yang bakal terjadi. Dan juga menjelaskan jalan selamat darinya, yaitu berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ketahuilah bahwasanya bakal terjadi fitnah-fitnah (malapetaka)!" Kami bertanya: "Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Berpegang teguh dengan Kitabullah, sebab di dalamnya disebutkan sejarah orang-orang sebelum kalian, dan khabar tentang yang akan datang setelah kalian, dan di dalamnya juga terdapat hukum terhadap perselisihan di antara kalian. Ia adalah pemisah antara hak dan bathil, dan sekali-kali bukanlah senda gurau. Barangsiapa meninggalkannya karena keangkuhan, niscaya Allah akan membinasakannya. Dan barangsiapa mencari petunjuk dari selainnya, niscaya Allah akan menye-satkannya. Ia adalah tali Allah yang kokoh. Dan ia adalah bacaan yang penuh hikmah. Dan ia adalah jalan Allah yang lurus." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada hari ini kita berada dalam kancah peperangan melawan fitnah (cobaan dan godaan) yang sangat besar. Fitnah bagaikan potongan malam kelam. Harta adalah fitnah (cobaan), anak-anak adalah fitnah (cobaan), wanita adalah fitnah (godaan), bercampur baur dengan orang-orang kafir dan munafik adalah fitnah (bencana), ajakan kepada kebatilan dan menjauhi kebenaran adalah fitnah (malapetaka), teman pergaulan yang jahat adalah fitnah (bencana), seruan kepada perkara sia-sia, sesat dan batil adalah fitnah (bencana). Dan masih banyak lagi yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin mengatakan dalam bukunya MALAPETAKA AKHIR ZAMAN makna fitnah adalah cobaan dan ujian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dosa syirik disebut fitnah dan kekufuran juga disebut fitnah. Allah berfirman dalam kitab-Nya:&lt;br /&gt;"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi." (Al-Baqarah: 193) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaitu sehingga tidak ada lagi syirik dan kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, ke-mudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya." (Al-Ahzab: 14) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun istilah fitnah lebih banyak diucapkan untuk sesuatu berupa bala dan cobaan yang kerap kali memperdaya dan menyimpangkan banyak orang dari jalan yang lurus. Sementara mereka tidak mampu mengatasinya, akhirnya mereka larut bersama bala dan cobaan tersebut. Itulah cobaan dan bala yang menyesatkan yang sangat dikhawatirkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atas umatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam sebuah hadits shahih beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Menjelang hari Kiamat nanti bakal terjadi fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore harinya, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada pagi harinya. Ia menjual agamanya dengan materi dunia." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maknanya apabila fitnah tersebut telah menimpa seseorang, ia akan terpedaya dan selanjutnya sesat serta menyimpang dari kebenaran dan petunjuk, ia menjual agamanya dengan materi dunia! Fitnah-fitnah seperti ini telah banyak kita saksikan pada hari ini. Oleh karena itu yang dapat bertahan dan sabar dalam menghadapinya hanyalah orang-orang yang diteguhkan Allah dan diberi-Nya karunia ilmu dan pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-7007285597980021294?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/7007285597980021294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/7007285597980021294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2007/10/fitnah-akhir-zaman.html' title='FITNAH AKHIR ZAMAN'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-7065287591836113136</id><published>2007-10-10T11:50:00.000+07:00</published><updated>2007-11-14T15:13:45.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><title type='text'>RIYA' DALAM IBADAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di antara syarat diterimanya amal shalih adalah bersih dari riya' dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain, maka dia telah terjerumus ke dalam perbuatan syirik kecil dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya, shalat agar dilihat oleh orang lain, Allah berfirman : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila merekaberdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan shalat) di hadapan manusia . Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (An-Nisa':142)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Demikian juga, jika ia melakukan suatu amalan dengan tujuan agar diberitakan dan didengar oleh orang lain, maka ia termasuk syirik kecil. Rasulullah Saw. memberi peringatan kepada mereka dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a.,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;"Barangsiapa melakukan perbuatan sum'ah niscaya Allah akan memperdengarkan aibnya dan barangsiapa melakukan perbuatan riya', niscaya Allah akan memperlihatkan aibnya."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Hadits riwayat Muslim, 4/2289)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Barangsiapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia disamping ridha Allah, maka amalannya menjadi sia-sia belaka. Seperti disebutkan dalam hadits qudsi, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepadaku, niscaya Aku tinggalkan dia dan (tidak Aku terima) amal syiriknya."&lt;/span&gt; (Hadits riwayat Muslim )&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Barangsiap melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terdetik dalam hatinya perasaan riya,, tetapi ia membenci perasaan tersebut, berusaha melawan dan menyingkirkannya, maka amalannya tetap sah. Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya', maka menurut sebagian besar ulama, amal yang dilakukannnya menjadi batal dan sia-sia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disalin dari kitab Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;karangan Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-7065287591836113136?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/7065287591836113136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/7065287591836113136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2007/10/riya-dalam-ibadah.html' title='RIYA&apos; DALAM IBADAH'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-2515264731767298750</id><published>2007-09-28T09:08:00.000+07:00</published><updated>2007-11-24T12:14:15.488+07:00</updated><title type='text'>MENGGAMBAR MAKHLUK YANG BERNYAWA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari Abdullah bin Mas'ud r.a., Rasulullah Saw.bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;"Sesungguhnya orang yang paling keras siksaannya kelak pada Hari Kiamat adalah para perupa."&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt; &lt;/span&gt;(Hadits riwayat al-Bukhari )&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw. bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;"&lt;em&gt;Allah berfirman 'Siapakah orang lebih zhalim daripada orang yang menciptakan (sesuatu) seperti ciptaanKu. Maka hendaknya mereka menciptkana sebutir benih atau menciptakan sebutir biji sawi."&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;( Hadits riwayat al-Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Dalam hadits &lt;em&gt;marfu'&lt;/em&gt; yang diriwayatkan IbnuAbbas r.a Nabi Saw. bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;"Setiap tukang gambar ada di Neraka, diciptkan untuknya (dari) setiap gambar yang ada ia bikin sebuah nyawa, sehingga disiksa di Neraka Jahannam."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Ibnu Abbas berkata, "Jika tidak ada jalan lain kecuali engkau harus menggambar maka gambarlah pepohonan dan sesuatu yang tidak bernyawa." (Hadits riwayat Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Hadits-hadits di muka adalah dalil diharamkannya menggambar sesuatu yang memiliki ruh, baik manusia atau hewan, memiliki bayangan atau tidak. Gambar yang dimaksud bersifat umum, baik berupa cetakan, dengan tangan biasa, relief, ukiran, pahatan atau patung yang dibuat dengan cetakan, semua hukumnya haram. Seorang muslim adalah orang yang patuh terhadap ketentuan &lt;em&gt;nash&lt;/em&gt; syariat. Ia tidak membantah dengan mengatakan, "Saya tidak menyembah dan bersujud kepada gambar-gambar itu."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Seandainya orang yang berakal mau sedikit berfikir dan merenungkan satu saja dari bahaya beredarnya gambar-gambar pada saat ini, niscaya dia mengetahui hikmah mengapa gambar-gambar itu diharamkan dalam Islam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Yaitu, betapa saat ini kita saksikan gambar-gamabar telah banyak membuat kerusakan tatanan masyarakat. Gambar-gambar porno merebak dimana-mana. Gambar-gambar tersebut merangsang dan membangkitkan syahwat dan nafsu birahi, sehingga tak jarang gara-gara pengaruh melihat gambat tersebut kemudian orang nekat melakukan perbuatan zina.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Seharusnya setiap muslim tidak menyimpan di rumahnya gambar-gambar makhluk yang bernyawa, karena hal itu akan menjadi sebab enggannya malaikat masuk rumah. Rasulullah Saw. bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;em&gt;"Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar-gambar." &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;(Hadits riawayt al-Bukahri)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Di sebahagian rumah uamt Islam, kita menyaksikan patung-patung, bahkan sebagiannya merupakan sesembahan orang-orang kafir, patung-patung itu dijajar yang menurut dalih mereka sebagai koleksi (barang antik) atau hiasan. Hukum haramnya patung-patung tersebut tentu lebih keras dari yang lainnya, juga gambar yang digantung ( di dinding) lebih keras dari yang tidak digantung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Berapa banyak gambar-gambar yang menyebabkan pengkultusan. Berapa banyak gambar-gambar yang justeru mengungkap kembali luka sejarah yang menyedihkan. Berapa banyak gambar-gambar yang kemudian mengakibatkan saling menyombongkan diri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Ada yang mengatakan, gambar itu sebagai kenangan, ini tidak benar, sebab tempat mengenang, misalnya kepada keluarga atau saudara sesama muslim adalah di hati, dengan mendoakan agar mereka diampuni Allah Swt.dan mendapatkan rahmat-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Karena itu, setiap gambar harus dikeluarkan dari rumah atau dihancurkan. Kecuali gambar-gambar yang memang sulit sekali dihilangkan dan sungguh ini adalah bencana umum umat Islam seperti gambar-gambar yang ada di dalam kaleng-kaleng makanan, gambar-gambar di dalam kamus, buku-buku referensi dengan tetap berusaha menghilangkannya, jika memungkinkan, terutama gambar-gambar yang kotor dan jauh dari akhlak Islam. Dan dibolehkan menyimpan gambar-gambar yang amat dibutuhkan, misalnya photo diri dalam KTP. Sebagian ulama juga ada yang membolehkan gambar pada perabot-perabot rumah, seperti pada karpet untuk alas lantai (yang diinjak kaki).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;"Maka bertakwalah kamu kepada Allah semampumu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;." (At-Taghagun: 16)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;(Dikutip dari Buku "Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa." karangan Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-2515264731767298750?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/2515264731767298750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/2515264731767298750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2007/09/menggambar-makhluk-yang-bernyawa.html' title='MENGGAMBAR MAKHLUK YANG BERNYAWA'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-5593364494414055823</id><published>2007-09-26T14:34:00.001+07:00</published><updated>2008-08-09T09:11:34.057+07:00</updated><title type='text'>WAJIB TA’AT KEPADA RASULULLAH SAW</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Allah telah mewajibkan ummat Islam mengikuti Rasulullah SAW. Kewajiban mengikuti Rasul itu telah dinyatakan Allah Tuhan kita secara tegas pada banyak tempat di dalam kitab sucinya (Al-Qur’an). Namun demikian sebagian orang masih juga mengikuti jalan-jalan selain yang diperintahkan oleh Rasul. Malah ada sebagian orang yang lebih mengutamakan perkataan Ustadz, perkataan Guru, Kiyai dan yang lainnya dari pada perkataan Rasul, padahal perkataan mereka bertentangan dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW. Allah telah melarang kita untuk mengikuti kebanyakan orang, tanpa terlebih dahulu memeriksa dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Al-Qur’an : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap) Allah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS. Al-An’aam : 116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullah SAW sendiri telah menyatakan dalam hadits shahih, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Tidaklah yang keluar dari mulutku ini kecuali kebenaran”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Juga Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Tidakkah kalian percaya kepadaku. Aku adalah orang kepercayaan Dzat yang di langit. Datang kepadaku wahyu setiap pagi dan petang”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Bahkan Rasullullah berkata kepada para sahabatnya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Jika Musa masih hidup, dia wajib mengikuti syariatku”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman sekarang ini, banyak perbuatan yang dilakukan sebagian orang jelas-jelas menyalahi perintah Rasulullah SAW, seperti :&lt;br /&gt;· Tidak menghadiri shalat wajib berjama’ah di mesjid. Padahal Rasul memerintahkan kaum laki-laki untuk shalat berjama’ah lima waktu di mesjid. Bahkan seorang sahabat yang buta sekalipun tidak mendapat keringanan dari Rasul untuk melakukan shalat wajib lima waktu di rumah. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Barang siapa yang mendengar adzan, namun tidak memenuhi panggilannya, maka tidak ada shalat baginya”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Selain itu Rasulullah juga bersabda : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Orang munafik tidak menghadiri dua shalat ini, yaitu shalat ‘isya dan subuh”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;· Beribadah di kuburan (seperti ; membaca Al-Qur’an, berkurban, thawaf, dll) .Padahal Rasul telah melarang perbuatan tersebut dan menyatakan bahwa mereka yang melakukannya seburuk-buruk makhluk.&lt;br /&gt;· Mencukur janggut. Padahal Rasul telah melarang kaum laki-laki mencukur janggut untuk membedakan kaum laki-laki muslim dengan orang-orang jahudi, nasrani dan majusi.&lt;br /&gt;· Memakai pakaian melebihi mata kaki, padahal Rasulullah melarang kaum laki-laki memakai pakaian melebihi mata kaki dan memberi ancaman bahwa siapa yang melakukannya Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat dan tempatnya di neraka. Rasul juga bersabda : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Pakaian seorang muslim itu sampai pertengahan betis. Jika ingin lebih dari itu sampai mata kaki. Dan yang melebihi mata kaki tempatnya di neraka”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;· Memajang gambar-gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan) di dalam rumah. Padahal Rasul melarang perbuatan tersebut dan menyatakan bahwa malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar makhluk bernyawa.&lt;br /&gt;· Mendatangi dukun dan bertanya kepadanya tentang sesuatu. Padahal Rasul melarang pergi ke dukun dan menyatakan bahwa orang yang bertanya kepada dukun shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Dan jika mempercayainya, maka dia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad (Rasul).&lt;br /&gt;· Sebagian orang menyatakan bahwa Allah itu ada di mana-mana. Padahal Rasul menyatakan bahwa Allah itu berada di langit, di atas ‘Arasy-Nya. Allah sendiri menyatakan bahwa Dia berada di atas langit, di atas ‘Arasy-Nya pada banyak tempat di dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;· Dan banyak lagi hal lain yang menyalahi ajaran Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang menta’atai Rasul berarti dia menta’ati Allah. Kepada orang-orang yang mengikuti Rasul, Allah akan memberikan ampunan, kasih sayang, rahmat dan menempatkannya kelak pada hari kiamat bersama para Nabi, para shiddiiqiin, para syuhada dan shalihin di dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil di dalam Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk mengikuti Rasul sangatlah banyak, di antaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Barang siapa yang menta’ati Rasul, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS. An-Nisaa : 80).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Dan barang siapa yang menta’ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : Nabi-Nabi, para shiddiiqiin, orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS. An-Nisaa’ : 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS. Ali Imran : 132).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS. Ali Imran : 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Katakanlah : “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS. Ali Imran : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Dan ta’atlah kamu kepada Allah dan ta’atlah kamu kepada Rasul dan berhati-hatilah."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS. Al-Maidah : 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Apa-apa yang diperintahkan Rasul kepadamu terimalah dia, dan apa-apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(QS. Al-Hasyr :7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS. Al-Ahzab : 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita untuk dapat bersungguh-sungguh mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Alhamdulillahirabbil’alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Titi Sewa, 22 Februari 2007&lt;br /&gt;Abu Fahmi Muhammad Zulfin&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-5593364494414055823?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/5593364494414055823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/5593364494414055823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2007/09/wajib-taat-kepada-rasulullah-saw.html' title='WAJIB TA’AT KEPADA RASULULLAH SAW'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-5308252811990300051</id><published>2007-03-15T12:26:00.004+07:00</published><updated>2010-04-29T12:23:36.723+07:00</updated><title type='text'>Sabar terhadap Taqdir Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara jenis sabar adalah sabar terhadap taqdir Allah. Hal ini berkaitan dengan tauhid rububiyyah, karena sesungguhnya pengaturan makhluk dan menentukan taqdir atas mereka adalah termasuk dari tuntutan rububiyyah Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan antara Al-Qadar &amp;amp; Al-MaqduurQadar atau taqdiir mempunyai dua makna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Yang pertama  : al-maqduur yaitu sesuatu yang ditaqdirkan.&lt;br /&gt;Yang kedua     : fi'lu Al-Muqaddir yaitu perbuatannya Al-Muqaddir (Allah Ta'ala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika dinisbahkan/ dikaitkan kepada perbuatannya Allah maka wajib atas manusia untuk ridha dengannya dan bersabar. Dan jika dinisbahkan kepada al-maqduur maka wajib atasnya untuk bersabar dan disunnahkan ridha.&lt;br /&gt;Contohnya adalah: Allah telah menaqdirkan mobilnya seseorang terbakar, hal ini berarti Allah telah menaqdirkan mobil tersebut terbakar. Maka ini adalah qadar yang wajib atas manusia agar ridha dengannya, karena hal ini merupakan di antara kesempurnaan ridha kepada Allah sebagai Rabb. Adapun jika dinisbahkan kepada al-maqduur yaitu terbakarnya mobil maka wajib atasnya untuk bersabar dan ridha dengannya adalah sunnah bukan wajib menurut pendapat yang rajih (kuat). Sedangkan al-maqduur itu sendiri bisa berupa ketaatan-ketaatan, kemaksiatan- kemaksiatan dan kadang-kadang merupakan dari perbuatannya Allah semata. Adapun yang berupa ketaatan maka wajib ridha dengannya, sedangkan bila berupa kemaksiatan maka tidak boleh ridha dengannya dari sisi bahwasanya hal itu adalah al-maqduur, adapun dari sisi bahwasanya itu adalah taqdir Allah maka wajib ridha dengan taqdir Allah pada setiap keadaan, dan karena inilah Ibnul Qayyim berkata:&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;"Maka karena itulah kita ridha dengan qadha` (ketentuan Allah) dan kita marah terhadap sesuatu yang ditentukan apabila berupa kemaksiatan. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang melihat dengan kacamata Al-Qadha` wal Qadar kepada seseorang yang berbuat maksiat maka wajib atasnya ridha karena sesungguhnya Allahlah yang telah menaqdirkan hal itu dan padanya ada hikmah dalam taqdir-Nya. Dan sebaliknya apabila dia melihat kepada perbuatan orang tersebut maka tidak boleh ridha dengannya karena perbuatannya tadi adalah maksiat. Inilah perbedaan antara al-qadar dan al-maqduur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana Manusia Menghadapi Musibah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dalam menghadapi musibah, manusia terbagi menjadi empat tingkatan:&lt;br /&gt;Pertama: marah, yaitu ketika menghadapi musibah dia marah baik dengan hatinya seperti benci terhadap Rabbnya dan marah terhadap taqdir Allah atasnya, dan kadang-kadang sampai kepada tingkat kekufuran, Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"Dan di antara manusia ada orang yang beribadah kepada Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." &lt;/span&gt;(Al-Hajj:11)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atau dia marah dengan lisannya seperti menyeru dengan kecelakaan dan kebinasaan dan yang sejenisnya. Atau marah dengan anggota badannya seperti menampar pipi, merobek saku baju, menjambak rambut, membenturkan kepala ke tembok dan yang sejenisnya.Kedua: sabar, yaitu sebagaimana ucapan penyair:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;الصَّبْرُ مِثْلُ اسْمِهِ مُرٌّ مَذَاقَتُهُ لَكِنْ عَوَاقِبُهُ أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;"Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya, akan tetapi akibatnya lebih manis dari madu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka orang yang sabar itu akan melihat bahwasanya musibah ini berat baginya dan dia tidak menyukainya, akan tetapi dia membawanya kepada kesabaran, dan tidaklah sama di sisinya antara adanya musibah dengan tidak adanya, bahkan dia tidak menyukai musibah ini akan tetapi keimanannya melindunginya dari marah.Ketiga: ridha, dan ini lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu dua perkara tadi (ada dan tidak adanya musibah) di sisinya adalah sama ketika dinisbahkan/ disandarkan terhadap qadha dan qadar (taqdir/ketentuan Allah) walaupun bisa jadi dia bersedih karena musibah tersebut, Karena sesungguhnya dia adalah seseorang yang sedang berenang dalam qadha dan qadar, kemana saja qadha dan qadar singgah maka dia pun singgah bersamanya, baik di atas kemudahan ataupun kesulitan. Jika diberi kenikmatan atau ditimpa musibah, maka semuanya menurut dia adalah sama. Bukan karena hatinya mati, bahkan karena sempurnanya ridhanya kepada Rabbnya, dia bergerak sesuai dengan kehendak Rabbnya.Bagi orang yang ridha, adanya musibah ataupun tidak, adalah sama, karena dia melihat bahwasanya musibah tersebut adalah ketentuan Rabbnya. Inilah perbedaan antara ridha dan sabar.Keempat: bersyukur, dan ini adalah derajat yang paling tinggi, yaitu dia bersyukur kepada Allah atas musibah yang menimpanya dan jadilah dia termasuk dalam golongan hamba-hamba Allah yang bersyukur ketika dia melihat bahwa di sana terdapat musibah yang lebih besar darinya, dan bahwasanya musibah-musibah dunia lebih ringan daripada musibah-musibah agama, dan bahwasanya 'adzab dunia lebih ringan daripada 'adzab akhirat, dan bahwasanya musibah ini adalah sebab agar dihapuskannya dosa-dosanya, dan kadang-kadang untuk menambah kebaikannya, maka dia bersyukur kepada Allah atas musibah tersebut.&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;"Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim kecuali Allah akan hapuskan (dosanya) karena musibahnya tersebut, sampai pun duri yang menusuknya." &lt;/span&gt;(HR. Al-Bukhariy no.5640 dan Muslim no.2572 dari 'A`isyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;"Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan/kelelahan , sakit, sedih, duka, gangguan ataupun gundah gulana sampai pun duri yang menusuknya kecuali Allah akan hapuskan dengannya kesalahan-kesalahan nya."&lt;/span&gt; (HR. Al-Bukhariy no.5641, 5642 dari Abu Sa'id Al-Khudriy dan Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan kadang-kadang akan bertambahlah iman seseorang dengan musibah tersebut.Bagaimana Mendapatkan Ketenangan?Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya." (At-Taghaabun: 11)Yang dimaksud dengan "beriman kepada Allah" dalam ayat ini adalah beriman kepada taqdir-Nya.Firman-Nya: "niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya" yaitu Allah akan memberikan ketenangan kepadanya. Dan hal ini menunjukkan bahwasanya iman itu berkaitan dengan hati, apabila hatinya mendapat petunjuk maka anggota badannya pun akan mendapat petunjuk pula, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila baik maka akan baiklah seluruh jasadnya dan apabila rusak maka akan rusaklah seluruh jasadnya, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati." (HR. Al-Bukhariy no.52 dan Muslim no.1599 dari An-Nu'man bin Basyir)Berkata 'Alqamah (menafsirkan ayat di atas): "Yaitu seseorang yang ditimpa suatu musibah lalu dia mengetahui bahwasanya musibah tersebut dari sisi Allah maka dia pun ridha dan menerima (berserah diri kepada-Nya). "Tafsiran 'Alqamah ini menunjukkan bahwasanya ridha terhadap taqdir Allah merupakan konsekuensinya iman, karena sesungguhnya barangsiapa yang beriman kepada Allah maka berarti dia mengetahui bahwasanya taqdir itu dari Allah, sehingga dia ridha dan menerimanya. Maka apabila dia mengetahui bahwasanya musibah itu dari Allah, akan tenang dan senanglah hatinya dan karena inilah di antara penyebab terbesar seseorang merasakan ketenangan dan kesenangan adalah beriman kepada qadha dan qadar.Tanda Kebaikan &amp;amp; Kejelekan Seorang HambaRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan balasannya di dunia, dan apabila Allah menginginkan kejelekan kepada hamba-Nya maka Allah akan menunda balasan dari dosanya, sampai Allah sempurnakan balasannya di hari kiamat." (HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Ash-Shahiihah no.1220)Dalam hadits ini dijelaskan bahwa Allah menginginkan kebaikan dan kejelekan kepada hamba-Nya. Akan tetapi kejelekan yang dimaksudkan di sini bukanlah kepada dzatnya kejelekan tersebut berdasarkan sabda Rasulullah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan kejelekan tidaklah disandarkan kepada-Mu." (HR. Muslim no.771 dari 'Ali bin Abi Thalib)Maka barangsiapa menginginkan kejelekan kepada dzatnya maka kejelekan itu disandarkan kepadanya. Akan tetapi Allah menginginkan kejelekan karena suatu hikmah sehingga jadilah hal itu sebagai kebaikan ditinjau dari hikmah yang dikandungnya.Sesungguhnya seluruh perkara itu di tangan Allah 'Azza wa Jalla dan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya karena Allah berfirman tentang diri-Nya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki." (Huud:107)Dan juga Dia berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (Al-Hajj:18)Maka semua perkara itu di tangan Allah.Dan seseorang tidak akan lepas dari salah/keliru, berbuat maksiat dan kurang dalam menunaikan kewajiban, maka apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, akan Allah segerakan baginya balasan (dari perbuatan dosanya) di dunia, apakah diuji dengan hartanya atau keluarganya atau dirinya sendiri atau dengan seseorang yang menjadi sebab adanya ujian-ujian tersebut.Yang jelas, dia akan disegerakan balasan (dari perbuatan dosanya). Karena sesungguhnya balasan akibat perbuatan dosa dengan diuji pada hartanya, keluarganya ataupun dirinya, itu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan . Maka apabila seorang hamba disegerakan balasannya dan Allah hapuskan kesalahannya dengan hal itu, maka berarti Allah mencukupkan balasan kepadanya dan hamba tersebut tidak mempunyai dosa lagi karena dosa-dosanya telah dibersihkan dengan adanya musibah dan bencana yang menimpanya.Bahkan kadang-kadang seseorang harus menanggung beratnya menghadapi sakaratul maut karena adanya satu atau dua dosa yang dia miliki supaya terhapus dosa-dosa tersebut, sehingga dia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa-dosa. Dan ini adalah suatu kenikmatan karena sesungguhnya 'adzab dunia itu lebih ringan daripada 'adzab akhirat.Akan tetapi apabila Allah menginginkan kejelekan kepada hamba-Nya maka akan Allah biarkan dia dalam keadaan penuh kemaksiatan dan akan Allah curahkan berbagai kenikmatan kepadanya dan Allah hindarkan malapetaka darinya sampai dia menjadi orang yang sombong dan bangga dengan apa yang Allah berikan kepadanya.Dan ketika itu dia akan menjumpai Rabbnya dalam keadaan bergelimang dengan kesalahan dan dosa lalu dia pun di akhirat disiksa akibat dosa-dosanya tersebut. Kita meminta kepada Allah keselamatan.Maka apabila engkau melihat seseorang yang nampak dengan kemaksiatan dan telah Allah hindarkan dia dari musibah serta dituangkan kepadanya berbagai kenikmatan maka ketahuilah bahwasanya Allah menginginkan kejelekan kepadanya, karena Allah mengakhirkan balasan dari perbuatan dosanya sampai dicukupkan balasannya pada hari kiamat.Apabila Allah Mencintai Suatu KaumRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah Ta'ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka (dengan suatu musibah), maka barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan (dari Allah) dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan (Allah)." (HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Silsilah Ash-Shahiihah no.146)"Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian" yakni semakin besar ujian, semakin besar pula balasannya. Maka cobaan yang ringan balasannya pun ringan sedangkan cobaan yang besar/berat maka pahalanya pun besar karena sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mempunyai keutamaan terhadap manusia. Apabila mereka ditimpa musibah yang berat maka pahalanya pun besar dan apabila musibahnya ringan maka pahalanya pun ringan."Dan sesungguhnya Allah Ta'ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka" ini merupakan kabar gembira bagi orang beriman, apabila ditimpa suatu musibah maka janganlah dia menyangka bahwa Allah membencinya bahkan bisa jadi musibah ini sebagai tanda kecintaan Allah kepada seorang hamba. Allah uji hamba tersebut dengan musibah-musibah, apabila dia ridha, bersabar dan mengharap pahala kepada Allah atas musibah tersebut maka baginya keridhaan (dari Allah), dan sebaliknya apabila dia marah maka baginya kemarahan (Allah).Dalam hadits ini terdapat anjuran, pemberian semangat sekaligus perintah agar manusia bersabar terhadap musibah-musibah yang menimpanya sehingga ditulis/ditetapkan untuknya keridhaan dari Allah 'Azza wa Jalla. Wallaahul Muwaffiq.Diringkas dari kitab Al-Qaulul Mufiid 2/41-44 dan Syarh Riyaadhush Shaalihiin 1/125-126 dengan beberapa perubahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumber : Buletin Al Wala' Wal Bara', Edisi ke-6 Tahun ke-3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-5308252811990300051?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/5308252811990300051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/5308252811990300051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2007/03/sabar-terhadap-taqdir-allah.html' title='Sabar terhadap Taqdir Allah'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115898670138224806</id><published>2006-09-23T11:38:00.000+07:00</published><updated>2006-09-23T11:45:03.010+07:00</updated><title type='text'>MARHABAN YA RAMADHAN</title><content type='html'>Tak terasa bulan suci ramadhan telah tiba. Pada tanggal 24 September 2006 hari Ahad pelaksanaan ibadah puasa mulai dilaksanakan oleh umat muslim di Indonesia.&lt;br /&gt;Bulan suci ramadhan ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua dalam mengambil hikmahnya, dan juga memperbanyak amal ibadah. Karena segala amal di bulan ini ganjarannya didapat berlipat ganda dari bulan-bulan lainnya. Jadi hendaknya anggaplah ini bulan ini sebagai pelatihan kita untuk meraih dan menambah nilai yang lebih dari yang selama ini kita melaksanakan amal ibadah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115898670138224806?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115898670138224806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115898670138224806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/marhaban-ya-ramadhan.html' title='MARHABAN YA RAMADHAN'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115866278541665932</id><published>2006-09-19T17:45:00.001+07:00</published><updated>2008-08-09T09:17:35.235+07:00</updated><title type='text'>Wajibnya Berbakti Dan Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah memerintahkan dalam Al-Qur'an agar berbakti kepada kedua orang tua. Mengenai wajibnya seorang anak berbakti kepada orang tua, Allah berfirman di dalam surat Al-Isra' ayat 23-24.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak keduanya."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Isra : 23]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, "Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Isra : 24] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Juga An-Nisa ayat 36.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukanNya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat kepada anak-anak yatim kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan dirinya."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [An-Nisa : 36] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Juga terdapat dalam surat Luqman ayat 14-15.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Luqman : 14]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Luqman : 15] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Atau seperti yang tercantum dalam surat Al-Ankabut ayat 8, tidak boleh mematuhi orang tua yang kafir kalau mengajak kepada kekafiran.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan Kami wajibkan kepada manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Ankabut : 8] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Serta surat Al-Ahqaaf ayat 15-16.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo'a "Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk menysukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Ahqaaf : 15]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Ahqaaf : 16] Sedangkan tentang anak durhaka kepada kedua orang tuanya terdapat di dalam surat Al-Ahqaaf ayat 17- 20.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, 'Cis (ah)' bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku ? lalu kedua orang tua itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Celaka kamu, berimanlah ! Sesungguhnya janji Allah adalah benar" Lalu dia berkata, "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Ahqaaf : 17]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (adzab) atas mereka, bersama-sama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Ahqaaf : 18]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) apa yang telah mereka kerjakan sedang mereka tidak dirugikan"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Ahqaaf : 19]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), "Kamu telah memhabiskan rizkimu dalam kehidupan duniawi dan kamu telah bersenang- senang dengannya maka pada hari ini kamu dibalas dengan adzab yang menghinakan. Karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak, dan karena kamu telah berbuat fasik."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Ahqaaf : 20] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 215&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, "Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [Al-Baqarah : 215] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang wajibnya berbakti kepada kedua orang tua. Dalam surat Luqman, Allah menyebutkan wajibnya seorang anak berbakti kepada kedua orang tua dan bersyukur kepadanya serta disebutkan juga tentang larangan mengikuti orang tua jika orang tua tersebut mengajak kepada syirik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115866278541665932?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115866278541665932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115866278541665932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/wajibnya-berbakti-dan-haramnya-durhaka_19.html' title='Wajibnya Berbakti Dan Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115821450295612557</id><published>2006-09-14T12:56:00.002+07:00</published><updated>2010-04-29T12:22:03.679+07:00</updated><title type='text'>PERPECAHAN DIANTARA PARA SALAFYYIN</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bismillah&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun belakangan ini semakin kentara perpecahan diantara para salafyyin. Ada yang berusaha melerai dengan mendatangkan ulama dari Timur Tengah, ada juga yang mencari berita tentang fatwa para ulama sunnah bagaimana mensikapi semua ini. Ada beberapa hal menarik yang pernah saya kutip dari beberapa pengikut salaf yang pernah taklim di Denai, Medan. Pada saat itu yang memberikan ceramah adalah ustadz Faishal Jamil. Ikhwan yang baru belajar sunnah banyak mengikuti &lt;span style="font-size:0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0pt;"&gt;&lt;/span&gt;kajian yang diberikan oleh mualim tersebut. Namun pada saat sebelum taklim dimulai terjadilah obrolan antara ikhwan yang baru kenal sunnah dengan para ikhwan lain yang sudah lama mengikuti taklim. Disinilah terjadi kelasahpahaman antara para ikhwan diantara mereka. Terjadi dialog antara mereka. Ikhwan yang baru kenal sunnah mengatakan bahwa dia juga mengikuti taklim pada ustadz Abu Ikhsan di Mesjid Muslimin, lantas ikhwan yang sudah taklim di Denai memungkasi omongan ikhwan tersebut dengan mengatakan kalau antum belajar dengan Abu Ikhsan berarti antum mengikuti akidahnya Abu Ikhsan. Tentu ikhwan yang baru mengenal sunnah tersebut terkejut mendengar ucapan ikhwan yang telah lama belajar di Denai. Dia bertanya- tanya apa masalahnya ini ?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah! Disinilah terjadi kebingunan bagi ikhwan yang baru belajar sunnah tersebut untuk memaknai ucapan ikhwan yang telah lama belajar di Denah tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya juga sebagai pendengar juga merasa kurang pas mendengar ucapan ikhwan yang telah lama belajar tersebut. Seharusnya ikhwan tersebut menjelaskan secara detil bagaimana mensikapi terjadi perselisihan antara ulama salaf dengan kita yang orang awam ini yang sedang berusaha belajar agama islam dengan mengikuti jejak rasul dan para sahabatnya. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya berharap para ulama salaf yang ada di Indonesia terutama yang ada di Medan juga bersatulah lagi mencoba membuka lembaran baru. Mencari solusi dimana letak masing-masing kesalahannya. Tetapi bilamana tetap juga perpecahan tersebut terjadi hanya Allah-lah yang berkehendak. Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115821450295612557?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115821450295612557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115821450295612557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/perpecahan-diantara-para-salafyyin.html' title='PERPECAHAN DIANTARA PARA SALAFYYIN'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115805983298168667</id><published>2006-09-12T18:14:00.001+07:00</published><updated>2008-08-09T09:04:53.247+07:00</updated><title type='text'>KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG ISLAMI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;Oleh Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata Pengantar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku....&lt;br /&gt;Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil mannfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) dari hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dan diterjemahkan oleh saudara kita Fariq Gasim Anuz semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasnya dengan pahala dan surganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Sehari-hari Yang Islami&lt;br /&gt;Apakah anda selalu shalat Fajar berjama'ah di masjid setiap hari .?&lt;br /&gt;Apakah anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid .?&lt;br /&gt;Apakah anda hari ini membaca Al-Qur'an .?&lt;br /&gt;Apakah anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib .?&lt;br /&gt;Apakah anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang anda baca .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan anda ke dalam Surga .? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata :"Wahai Allah Subhanahu wa Ta'ala masukkanlah ia ke dalam Surga".&lt;br /&gt;Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali .? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata :"Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka". (Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya :"Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata :"Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata :"Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka". (Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6).&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .?&lt;br /&gt;Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala .?&lt;br /&gt;Apakah anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pen) .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid .? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya :"Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur". (Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya).&lt;br /&gt;Apakah anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati anda atas agama-Nya. ?&lt;br /&gt;Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama .? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar, pent).&lt;br /&gt;Apakah anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah .? Karena setiap mendo'akan mereka anda akan mendapat kebajikan pula.&lt;br /&gt;Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya .?&lt;br /&gt;Apakah anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya .?&lt;br /&gt;Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda .?&lt;br /&gt;Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua .?&lt;br /&gt;Apakah anda mengucapkan "Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun" jika mendapatkan musibah .?&lt;br /&gt;Apakah anda hari ini mengucapkan do'a ini : " Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui". Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. (Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625).&lt;br /&gt;Apakah anda berbuat baik kepada tetangga .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya .?&lt;br /&gt;Apakah anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian .?&lt;br /&gt;Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan .?&lt;br /&gt;Saudaraku ..&lt;br /&gt;Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, inysa Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/277"&gt;http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/277&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115805983298168667?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115805983298168667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115805983298168667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/kehidupan-sehari-hari-yang-islami.html' title='KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG ISLAMI'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115805115233175301</id><published>2006-09-12T15:51:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T15:52:32.443+07:00</updated><title type='text'>Heran Dengan Manusia</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku hanya ingin tahu bagaimana cara mendapatkan uang dari Google adsense, namun setelah kucoba dengan beberapa tips yang ada di situs-situs yang menawarkan cara mendapat uang gratis, malah semakin sulit membuatnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115805115233175301?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115805115233175301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115805115233175301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/heran-dengan-manusia_12.html' title='Heran Dengan Manusia'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115777063672533125</id><published>2006-09-09T09:55:00.000+07:00</published><updated>2006-09-09T09:57:16.853+07:00</updated><title type='text'>PERAYAAN HUT RI KE 61</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa sudah 61 tahun kita menjalani kemerdekaan negara kita yang tercinta. Namun apa yang kita raih selama ini masih banyak yang menjadi PR (pekerjaan Rumah) bagi pemerintah untuk dikerjakan. Banyaknya musibah dan bencana hampir di seluruh bumi nusantara seakan menjadi momok bagi pemerintahan sekarang. Kalau dilihat dari sudut mata orang awam, semua bencana mungkin diakibatkan kita kurang perduli dengan lingkungan yang terus kita ekploitasi. Pada tahun sebelumnya perayaan HUT RI banyak diwarnai dengan pungutan yang dilaksanakan oleh OKP maupun segelintir orang yang ingin mengeruk keuntungan, namun setelah pergantian Kapolri pungutan yang seperti itu nampaknya mulai dihentikan dan banyak para preman yang dijebloskan ke penjara.&lt;br /&gt;Makna kemerdekaan sepertinya mulai dirasakan oleh para pedagang yang mempunyai ruko. Karena para WNI turunan sering merasakan dampak dari kutipan yang dilakukan oleh segelintir oknum baik dari militer/polisi maupun sipil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115777063672533125?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115777063672533125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115777063672533125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/perayaan-hut-ri-ke-61.html' title='PERAYAAN HUT RI KE 61'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115777044854502422</id><published>2006-09-09T09:53:00.001+07:00</published><updated>2008-08-09T09:20:24.220+07:00</updated><title type='text'>Barang Siapa yang Mengamalkan Tauhid dengan Semurni-murninya Pasti Masuk Surga Tanpa Hisab</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang menjadi teladan, senantiasa patuh kepada Allah dan menghadapkan diri (hanya kepada-Nya); dan sama sekali ia tidak pernah termasuk orang-orang yang berbuat syirik (kepada Allah)."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (An-Nahl: 120) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dan orang-orang yang mereka itu tidak berbuat syirik (sedikitpun) kepada Tuhan mereka."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Al- Mu'minun: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hushain bin 'Abdurrahman menuturkan:&lt;br /&gt;"Suatu ketika aku berada di sisi Sa'id bin Jubair, lalu ia bertanya: Siapakah diantara kalian melihat bintang yang jatuh semalam? Aku pun menjawab: Aku. Kemudian kataku: Ketahuilah, sesungguhnya aku ketika itu tidak dalam keadaan shalat, tetapi terkena sengatan kalajengking. Ia bertanya: Lalu apa yang kamu perbuat? Jawabku: Aku meminta ruqyah. Ia bertanya lagi: Apakah yang mendorong dirimu untuk melakukan hal itu? Jawabku: Yaitu: sebuah hadits yang dituturkan oleh Asy-Sya'bi kepada kami. Ia bertanya lagi: Dan apakah hadits yang dituturkan kepadamu itu? Kataku: Dia menuturkan kepada kami hadits dari Buraidah ibn Al-Hushaib: "Tidak boleh ruqyah karena 'ain atau terkena sengatan..." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sa'id pun berkata: Sungguh telah berbuat baik orang yang mengamalkan apa yang telah didengarnya; tetapi Ibnu 'Abbas menuturkan kepada kami hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: &lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;"Telah dipertunjukkan kepadaku umat-umat. Aku melihat seorang nabi, bersamanya beberapa orang; dan seorang nabi, bersamanya satu dan dua orang; serta seorang nabi, dan tak seorangpun bersamanya. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku suatu jumlah yang banyak; akupun mengira bahwa mereka itu adalah umatku, tetapi dikatakan kepadaku: Ini adalah Musa bersama kaumnya. Lalu tiba-tiba aku melihat lagi suatu jumlah besar pula, maka dikatakan kepadaku: ini adalah umatmu, dan bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang mereka itu masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Kemudian bangkitlah beliau dan segera memasuki rumahnya. Maka orang-orangpun memperbincangkan tentang siapakah mereka itu. Ada diantara mereka yang berkata: Mungkin saja mereka itu yang menjadi sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ada lagi yang berkata: Mungkin saja mereka itu orang-orang yang dilahirkan dalam lingkungan Islam, sehingga tidak pernah mereka berbuat syirik sedikitpun kepada Allah. Dan mereka menyebutkan lagi beberapa perkara. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar, mereka memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Maka beliau bersabda: Mereka itu adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak meminta supaya lukanya ditempel dengan besi yang dipanaskan, tidak melakukan tathayyur dan mereka pun bertawakkal kepada Tuhan mereka. Lalu berdirilah 'Ukasyah bin Mihshan dan berkata: Mohonkanlah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka. Beliau menjawab: kamu termasuk golongan mereka. Kemudian berdirilah seorang yang lain dan berkata: Mohonkanlah kepada Allah agar aku juga termasuk golongan mereka. Beliau menjawab: Kamu sudah kedahuluan 'Ukasyah."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruqyah, maksudnya disini ialah penyembuhan dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur'an atau do'a-do'a.&lt;br /&gt;'Ain ialah pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang melalui matanya; disebut juga kena mata.&lt;br /&gt;Tathayyur ialah merasa pesimis, merasa bernasib sial, atau beramal nasib buruk, karena melihat burung, binatang lainnya atau apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan tulisan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui adanya tingkatan-tingkatan manusia dalam tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian mengamalkan tauhid dengan semurni-murninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanjungan Allah Ta'ala kepada Nabi Ibrahim, karena sama sekali tidak pernah termasuk orang-orang yang berbuat syirik kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanjungan Allah kepada para tokoh wali (sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam), karena bersihnya diri mereka dari perbuatan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak meminta ruqyah, tidak meminta supaya lukanya ditempel dengan besi yang dipanaskan dan tidak melakukan tathayyur adalah termasuk pengamalan tauhid yang murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa tawakkal kepada Allah Ta'ala adalah sifat yang mendasari sikap tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalamnya ilmu para sahabat karena mereka mengetahui bahwa orang-orang yang dinyatakan dalam hadits tersebut tidak dapat mencapai derajat dan kedudukan yang demikian itu kecuali dengan amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gairah dan semangat para sahabat untuk berlomba-lomba dalam mengerjakan amal kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan umat Islam, dengan kuantitas dan kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan pengikut Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat-umat telah ditampakkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap umat dikumpulkan sendiri-sendiri bersama nabinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sedikit orang yang mengikuti seruan para nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi yang tidak mempunyai pengikut, datang sendirian pada hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah dari pengetahuan ini adalah: tidak silau dengan jumlah yang banyak dan tidak merasa kecil hati dengan jumlah yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperbolehkan melakukan ruqyah karena terkena 'ain atau sengatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalamnya pengertian kaum Salaf, dapat dipahami dari kata-kata Sa'id bin Jubair: "Sungguh telah berbuat baik orang yang mengamalkan apa yang telah didengarnya; tetapi...dst." Dengan demikian jelaslah bahwa hadits pertama tidak bertentangan dengan hadits kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan sifat kaum Salaf karena ketulusan hati mereka, dan mereka tidak memuji seseorang dengan pujian yang dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Kamu termasuk golongan mereka", adalah salah satu dari tanda-tanda kenabian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan 'Ukasyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan kata sindiran. Karena beliau bersabda kepada seorang yang lain: "Kamu sudah kedahuluan 'Ukasyah" dan tidak bersabda kepadanya: "Kamu tidak pantas untuk dimasukkan ke dalam golongan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keelokan budi pekerti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.&lt;br /&gt;Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115777044854502422?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115777044854502422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115777044854502422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/barang-siapa-yang-mengamalkan-tauhid.html' title='Barang Siapa yang Mengamalkan Tauhid dengan Semurni-murninya Pasti Masuk Surga Tanpa Hisab'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115777010071727075</id><published>2006-09-09T09:47:00.001+07:00</published><updated>2010-05-01T12:32:22.649+07:00</updated><title type='text'>Potensi, namun Belum Digarap Serius </title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trend masyarakat kembali ke alam (back to nature) dalam menyikapi hidup ini, termasuk dunia pengobatan telah mening-katkan pertumbuhan obat herbal lebih cepat dari obat modern. Diperkirakan pada 2010 pasar obat modern mencapai Rp 37,5 triliun dan obat herbal Rp 7,2 triliun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti dikemukakan Ketua Bidang Industri Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, Ferry A Soetikno, hampir semua negara di Asia yang memproduksi obat herbal seperti China, Korea, India, Thailand, dan Malaysia dan sejumlah negara di Eropa Barat menunjukkan kenaikan penjualan obat herbal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Di Indonesia, pasar obat herbal juga mengalami peningkatan serupa. Pada tahun 2003, pasar obat modern di Indonesia mencapai Rp 17 triliun, sedangkan obat herbal sebesar Rp 2 triliun," kata Ferry dalam workshop "Prospek Obat Berbasis Herbal untuk Pengobatan", di Jakarta, Kamis (3/8).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ferry yang juga Direktur PT Dexa Medica, pada 2005 pasar obat modern naik menjadi Rp 21,3 triliun. Hal yang sama juga terjadi pada obat herbal yang mengalami peningkatan menjadi Rp 2,9 triliun. Ini berarti ada kenaikan kontribusi obat herbal menjadi 12 persen. Diperkirakan pada 2010, pasar obat modern mencapai Rp 37,5 triliun dan obat herbal Rp 7,2 triliun. "Pertumbuhan obat herbal ternyata lebih cepat dari obat modern," kata Ferry.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa penyebab produk herbal lebih disukai oleh konsumen. Selain aman, kualitasnya baik dan khasiatnya cukup manjur. Selain juga karena harganya yang lebih terjangkau, dan distribusi yang luas atau mudah didapat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari fenomena ini, lanjut Ferry, dapat ditarik benang merah bahwa industri farmasi Indonesia cukup berminat untuk mengembangkan obat herbal. Sebab bahan baku yang dibutuhkan sangat berlimpah, produk dan kompetensi juga tersedia. "Dari sisi investasi juga tidak terlalu tinggi, hak kekayaan intelektual bisa dikembangkan, dan pasar yang sangat menjanjikan baik domestik maupun ekspor," papar Ferry.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal senada dikemukakan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Husniah Rubiana Thamrin. Untuk mendukung pengembangan obat herbal asli Indonesia, BPOM memiliki kebun tanaman obat sebagai laboratorium untuk pengembangan obat herbal di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"BPOM berharap Indonesia bisa lebih maksimal memanfaatkan potensi kekayaan alamnya karena modal pengembangan obat tradisional didukung kekayaan alam yang besar," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa dengan 30.000 jenis tumbuhan, di mana sekitar 940 spesies di an-taranya diketahui berkhasiat sebagai obat dan 180 spesies telah digunakan dalam ramuan obat tradisional oleh industri obat tradisional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BPOM memproyeksikan pada 2007 telah dihasilkan 19 obat hebal baru berasal dari hasil penelitian tanaman unggulan dalam negeri dan akan dapat diproduksi secara massal oleh industri jamu dan farmasi nasional yang telah memenuhi standar cara produksi obat yang baik (CPOTB).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Husniah menyebut sejumlah tanaman obat yang masih diteliti institusinya, seperti tumbuhan sambiloto sebagai antimalaria, tanaman Johar untuk penyakit hepatitis, pengaruh fraksin-heksan dan fraksi metanol ekstrak biji Pepaya terhadap proses spermatogenesis mencit jantan, uji efektivitas ekstrak daging biji bagore invivo sebagai obat antimalaria serta identifikasi zat bioaktifnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Husniah menilai tingginya minat industri farmasi untuk mengembangkan obat jenis ini karena beberapa faktor antara lain, bahan baku yang berlimpah, proses produksi yang tersedia, investasi riset yang tidak terlalu besar dibandingkan riset obat molekul baru, dan pasar yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kendati berkhasiat, Husniah mengingatkan untuk tetap hati-hati dalam mengkonsumsi obat herbal. Karena tidak semua obat herbal aman bagi tubuh. "Beda dengan obat modern, obat herbal lebih pada pencegahan saja, tidak bisa untuk mengobati," kata Husniah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atas dasar itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang melindungi masyarakat dari produk OBA yang tak punya standar mutu dalam setiap pemprosesan. Indonesia tergolong satu dari 11 negara yang sudah memiliki aturan nasional tentang obat tradisional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain mewaspadai obat herbal yang tak aman dikonsumsi, pasien juga harus berhati-hati terhadap jenis tanaman obat yang menimbulkan efek negatif bila dikonsumsi terus menerus. Dediawan, Manajer Penelitian dan Pengembangan PT Kimia Farma, menyebutkan ada empat jenis tanaman obat yang tidak boleh digunakan secara terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti tanaman comfrey yang mengandung alkaloid pyrrolizidine yang bersifat hepatotoksik yang hanya boleh diminum selama 4-6 minggu. Begitupun dengan tumbuhan senna folium dan aloevera yang selama ini digunakan sebagai obat pencahar. Bila digunakan untuk jangka panjang akan mengurangi kalium dalam tubuh. (Tri Wahyuni)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115777010071727075?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115777010071727075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115777010071727075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/potensi-namun-belum-digarap-serius_08.html' title='&lt;strong&gt;Potensi, namun Belum Digarap Serius &lt;/strong&gt;'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115776990828322790</id><published>2006-09-09T09:40:00.000+07:00</published><updated>2006-09-09T09:45:08.426+07:00</updated><title type='text'>Larangan Bersumpah Mendahului Allah</title><content type='html'>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Jundab bin Abdullah Radhiyallahu 'anhu menuturkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: &lt;br /&gt;"Ada seorang laki-laki berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si Fulan; maka berfirmanlah Allah 'Azza wa Jalla: "Siapakah yang bersumpah mendahului-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si Fulan? Sungguh aku telah mengampuninya dan menghapuskan amalmu."." (HR Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disebutkan dalam hadits riwayat Abu Hurairah bahwa orang yang bersumpah demikian itu adalah seorang ahli ibadah. Kata Abu Hurairah: "Ia telah mengucapkan perkataan yang membinasakan dunia dan akhiratnya." (HR Imam Ahmad dan Abu Dawud) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan tulisan ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperingatkan untuk tidak bersumpah mendahului Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menunjukkan bahwa neraka lebih dekat kepada seseorang daripada tali sandalnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai buktinya lagi, kata-kata Abu Hurairah: "Ia telah mengucapkan perkataan yang membinasakan dunia dan akhiratnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa seseorang dapat diberi ampunan oleh Allah karena suatu sebab dari perkara yang dibencinya. &lt;br /&gt;Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.&lt;br /&gt;Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115776990828322790?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115776990828322790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115776990828322790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/larangan-bersumpah-mendahului-allah.html' title='Larangan Bersumpah Mendahului Allah'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115776902915973927</id><published>2006-09-09T09:30:00.000+07:00</published><updated>2006-09-09T09:30:31.310+07:00</updated><title type='text'>IKLAN YANG MENGGIURKAN</title><content type='html'>Baru baru ini saya sering membaca di internet tentang iklan yang menggiurkan yaitu banyak para pembuat iklan mereklamekan cara mencari uang dengan mudah. Pertama kita disuruh mendaftar di situsnya dengan iming iming akan mendapat kelipatan sampai 100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa ini sebuah jaringan MLM baru yang bergerak di dunia maya. Seperti penipuan yang telah dilakukan Jaringan MLM yang berlokasi di kota Medan yang berkedok MLM bernama BMA (Banyu Mas Abadi) .Memang iklan menggiurkan ini bisa saja benar dapat mencairkan sejumlah uang, namun pasti ada korban orang lain yang terlibat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115776902915973927?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115776902915973927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115776902915973927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/09/iklan-yang-menggiurkan.html' title='IKLAN YANG MENGGIURKAN'/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115657240727555760</id><published>2006-08-26T13:05:00.000+07:00</published><updated>2006-08-26T13:06:47.280+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Hikmah Ilahi di balik musibah gempa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikirim oleh webmaster, Ahad 09 Juli 2006, kategori Aqidah &lt;br /&gt;Penulis: Al Ustadz Abdul Haq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah tempat di negeri ini, seorang ibu berkerudung tengah duduk ditemani tiga anaknya. Di depannya tampak sebuah rumah yang hampir rata dengan tanah. Itulah harta berharganya yang telah terenggut oleh gempa. Hampir tak ada lagi yang tersisa setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sedikitpun tidak tampak gurat kesedihan pada dirinya. Padahal kini dengan sisa harta yang tidak seberapa, dia harus berjuang untuk hidup. Ia pun mesti mengubur dalam-dalam bayang kenyamanan tinggal di sebuah rumah. Karena ‘rumah’-nya kini, hanya beralaskan bumi dan beratapkan langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi, dia tetap memiliki sebuah keyakinan bahwa di balik itu semua ada hikmah dari Rabb subhanahu wa ta'ala.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyatakan di dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;الم ﴿١﴾ أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ﴿۳﴾ [العنكبون: ١ - ۳] &lt;br /&gt;”Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al -‘Ankabuut: 1-3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku seiman -semoga Allah merahmatimu-, selama hayat masih di kandung badan, selama jantung masih berdetak dan darah masih mengalir, demikian pula selama nafas masih berhembus, adalah sebuah kemestian jika cobaan, rintangan, musibah demi musibah, silih berganti mendatangi kita, sebagaimana yang telah Allah subhanahu wa ta'ala tetapkan dalam ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita ketahui pula bahwa segala sesuatu yang menimpa kita, kebaikan maupun kejelekan, kesenangan ataupun kesedihan, dan yang lainnya, merupakan sesuatu yang telah ditakdirkan dan ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala nyatakan dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ﴿٢٢﴾ [الحديد: ٢٢] &lt;br /&gt;"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (Al-Hadid: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takdir ini telah Allah subhanahu wa ta'ala tentukan 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Allah telah menulis takdir-takdir seluruh makhluq (pada kitab lauh mahfudz) 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi." (HR. Al-Imam Muslim dari shahabat Abdullah ibn Amr ibn Al-Ash radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kita sadar bahwa gempa yang merobohkan rumah-rumah kita, mengubur harta kita, dan melukai saudara-saudara kita, bahkan menyebabkan terambilnya sebagian nyawa mereka, semuanya telah Allah Subhanahu wa ta'ala takdirkan. Tiada seorangpun yang mampu untuk mengelakkannya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;"Ketahuilah wahai saudara-saudaraku kaum muslimin bahwa apa yang harus menimpamu tidak akan luput darimu, dan apa-apa yang luput darimu tidaklah akan menimpamu." (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Ibnu Abbas) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Rahasia di Balik itu Semua?&lt;br /&gt;Apakah Allah subhanahu wa ta'ala hendak berbuat dzalim kepada hamba-Nya atau menyakitinya? Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia dan jika Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya niscaya Allah akan mengakhirkan hukuman atas dosa-dosanya sehingga Allah akan menyempurnakan hukuman baginya di akhirat kelak.” (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas ibn Malik radhiyallahu 'anhu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut menjelaskan bahwa apabila Allah subhanahu wa ta'ala menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, niscaya Allah subhanahu wa ta'ala akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Maka bergembiralah, wahai saudara-saudaraku kaum muslimin! Karena musibah ini kita harapkan sebagai bukti bahwa Allah lmenghendaki kebaikan untuk diri-diri kita, baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana yang Rasulullah sabdakan:&lt;br /&gt;“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan bagi dirinya, niscaya Allah akan menimpakan baginya musibah.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari dan shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah patah semangat, wahai saudaraku kaum muslimin, atas musibah apapun yang menimpamu, karena itu akan menjadikan besar pula pahalamu, sebagaimana sabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung dengan besarnya ujian/musibah yang menimpamu.” (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah wahai saudaraku! Karena ini merupakan bukti bahwa Allah lmencintaimu, sebagaimana sabda Rasulmu shallallahu 'alaihi wasallam: “Apabila Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha maka ia akan mendapatkan keridhaan Allah, dan barangsiapa yang murka maka ia akan mendapatkan kemurkaan dari Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarkanlah hatimu wahai kaum muslimin! Karena ini merupakan tanda bahwa Allah subhanahu wa ta'ala akan mengampuni dosa-dosamu, sehingga meringankanmu di hari perhitungan nanti. Sebagaimana ini dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Tirmidzi dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:&lt;br /&gt;“Cobaan akan terus senantiasa menimpa seorang mukmin, laki-laki dan wanita, baik pada jiwanya, anaknya, demikian pula hartanya sehingga ia berjumpa dengan Allah (meninggal) dan tidak ada padanya satu dosapun (tidak menanggung satu dosapun).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar dan tetaplah bersabar wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, dengan tetap memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan banyak memanjatkan doa kepada-Nya. Sebagaimana bimbingan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada Ummu Salamah dketika beliau tertimpa musibah:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada Allah kita akan kembali. Ya Allah, berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik dengannya.” (HR. Al-Imam Muslim dari shahabat Ummu Salamah radhiyallahu 'anha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepantasnya kaum muslimin senantiasa memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah subhanahu wa ta'ala, karena Allah subhanahu wa ta'ala telah memilihnya untuk dihapuskan dosa-dosanya, bertambah banyak pahalanya, dan akan Allah angkat derajatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun rumah hancur atau harta musnah, namun kenikmatan yang agung tetap ada pada kita. Yaitu kenikmatan iman dan kenikmatan Islam, sebagaimana yang Allah firmankan:&lt;br /&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا &lt;br /&gt;“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (Al-Maidah:3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Haq, Pengajar di Pondok Pesantren Ar-Ridho Sewon Bantul, alumni Ma'had Darul Hadits Dammaj Yaman, murid dari Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'I dan Asy-Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri. Dikutip dari Buletin Asy-Syariah edisi perdana (I/1). Diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Yayasan Asy-Syariah. Alamat Redaksi: Posko Tim Peduli Musibah Asy-Syariah. RT 06/RW 46 Dagaran Jurug Bangunharjo Sewon Bantul Telp 0274-7406120. Url sumber http://info-salafy.co.nr/)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115657240727555760?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115657240727555760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115657240727555760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/08/hikmah-ilahi-di-balik-musibah-gempa.html' title=''/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115570814583792965</id><published>2006-08-16T13:00:00.000+07:00</published><updated>2006-08-16T13:05:41.466+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Master plan for the rehabilitation and reconstruction of the regions and communities of the province of Nanggroe Aceh Darussalam and the islands of Nias, province of North Sumatra&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Introduction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.1. Background&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;On 26 December 2004, an extremely strong earthquake (8,9 on the Richter scale) occurred below the Indian Ocean, northwest of Sumatra Island. This earthquake, that later caused a tsunami wave, ravaged the most part of Aceh and Nias in Indonesia, a part of Thailand, Sri Lanka, Maldives, Bangladesh, Myanmar, even Somalia's coast in East Africa.&lt;br /&gt;In Aceh and Nias, the earthquake and tsunami wave damaged the most part of Aceh's coastal areas, claiming heavy casualties, destroyed infrastructure, settlements, social facilities such as schools, health centers, security, social and public economic, and government buildings. This disaster also affected the social and economic condition of the people, including their psychological condition and welfare level.&lt;br /&gt;Based on recent information obtained from the National Coordination Agency for Disaster Mitigation and Refugee Management (Bakornas PBP) on March 21, 2005, the fatalities in 20 kabupatens in the Province of Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)1 are estimated to reach 126,602 people killed and interned, and 93,638 people missing. The number of fatalities in the Province of North Sumatra is estimated to reach 130 people killed and 24 people missing.2 Based on the same source of information, the number of scattered refugees is 514,150 people in 21 kabupaten/kota the Province of Nanggroe Aceh Darussalam.&lt;br /&gt;Based on calculations, total damage and losses of the two regions are estimated to reach Rp.41.4 trillion; most of them (78 percent) affecting non-public assets, with the remaining affecting government assets.&lt;br /&gt;Given the aforementioned facts, the Indonesian Government, together with a sympathetic international community concerned with the disaster and its aftermath, has taken immediate emergency relief efforts mainly to help the survivors, to immediately intern the bodies in order to prevent further impacts, and to provide quick relief to save the socio-economic life of the affected people.&lt;br /&gt;In turn, emergency relief efforts are to be followed by efforts to rehabilitate all aspects of life of the people of Aceh and Nias, and then to continually reconstruct and restore the regions into their initial, and even to a more advanced condition.&lt;br /&gt;All future medium-term rehabilitation and reconstruction efforts for Aceh and Nias Islands should be based on a Rehabilitation and Reconstruction Master Plan founded on various philosophies, norms, laws and regulations, and the aspirations of the affected people, in a comprehensive and holistic framework. The policies and strategies for the rehabilitation and reconstruction of NAD and Nias Islands, however, should be implemented within the context of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) through the implementation of Special Autonomy in the Province of Nanggroe Aceh Darussalam as set forth in Law Number 18 year 2001. The aforementioned Special Autonomy has been intended to give freedom to the region in the governance, development and social aspects in line with the local values and cultures that are based on Islamic law. Meanwhile, the rehabilitation and reconstruction activities in Kabupaten Nias are implemented by utilizing the capacity of the Regional Governments of the Province of North Sumatra and Kabupaten Nias relatively unaffected by the tsunami, and by rebuilding damaged infrastructure and facilities.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.2. Objectives&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Main Book of the master plan for the rehabilitation and reconstruction of Aceh and Nias Islands is to serve as guidelines for the following:&lt;br /&gt;1. Create understanding and commitment of the central government, provincial, kabupaten/kota governments, the business community, the communities concerned, universities and academicians, NGOs, donor agencies and the international community for the future reconstruction of Aceh and Nias;&lt;br /&gt;2. Prepare a post-earthquake-and-tsunami action plan for the Rehabilitation and Reconstruction of Aceh and Nias Islands that can be immediately implemented by related parties.&lt;br /&gt;3. Coordinate, synchronize and integrate plans of various sectors, the business community and the community (stakeholders) for formulating the Action Plan for the Rehabilitation and Reconstruction of Aceh and Nias Islands based on timeframes, locations, funding sources and the parties in charge;&lt;br /&gt;4. Disseminate and distribute data as well as information to local, national and international communities with respect to the disaster, disaster aftermath, damage and loss assessment, need assessment, as well as early warning system in anticipation of any exposure to disaster;&lt;br /&gt;5. Promote solidarity, participation, and involvement of civil society in the plans and efforts for the rehabilitation and reconstruction of Aceh and Nias Islands through dialogue and public consultations;&lt;br /&gt;6. Design a system and mechanism for the mobilization of funds originating from the State Budget (APBN), Regional Budgets (APBD), the communities concerned and the international community in an efficient, effective, transparent, participatory and accountable manner based on good governance principles.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.3. Legal Basis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formally, the legal basis underlying the preparation of the Master Plan for the Rehabilitation and Reconstruction for the Region and People of the Provinces of Nanggroe Aceh Darussalam and Nias Islands -- North Sumatra is Presidential Instruction Number 1 Year 2005 concerning Emergency Relief Efforts and the Planning and Preparation of the Rehabilitation and Reconstruction for the Regions and People of the Provinces of Nanggroe Aceh Darussalam and Nias Islands, North Sumatra, in the Aftermath of the Earthquake and Tsunami, issued on 2 March 2005.&lt;br /&gt;This Master Plan has been prepared by the Ministry of National Development Planning/BAPPENAS in cooperation with various related parties, such as ministries/institutions at the central level, as well as with the Regional Governments of the Province of Nanggroe Aceh Darussalam and all kabupaten/kota throughout Aceh and Kabupaten Nias, the Province of North Sumatra, and by involving various universities coordinated by Universitas Syiah Kuala, international donor communities, NGOs, and other related parties. Data and Information gathered include various related aspects, such as physical, economic, social, cultural, religious, demographic, institutional and territorial aspects.&lt;br /&gt;This Master Plan has also been prepared based on a holistic, comprehensive and integrated analysis. Particularly for the Aceh region, 4 (four) values underlying the reconstruction of Aceh were taken into account, namely universalism, Indonesian values, Acehnese values, and Islamic values. This Master Plan has also been prepared by taking into account the 2004-2009 National Medium-Term Development Plan (RPJM), as well as the Regional RPJM of Nanggroe Aceh Darussalam and affected Kabupaten/Kota in Aceh and Kabupaten Nias, North Sumatra Province.&lt;br /&gt;Particularly in the case of Aceh, several laws and regulations related to governance and development aspects in Nanggroe Aceh Darussalam, especially Law Number 44 Year 1999 concerning the Special Characteristics of Aceh, and Law Number 18 year 2001 concerning the Special Autonomy of the Province of NAD, as well as the Presidential Decree that underlies the implementation of Civil Emergency (Darurat Sipil) and Civil Order (Tertib Sipil) in Aceh, have served as special considerations in the preparation of the Master Plan for the rehabilitation and reconstruction of Aceh and Nias Islands.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.4. Timeframe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Master Plan for the Rehabilitation and Reconstruction for the Region and People of the Provinces of NAD and Nias Islands -- North Sumatra covers a period of five years, that is 2004-2009, in line with the implementation period of the RPJM. Upon the expiration of the 2004-2009 RPJM, this rehabilitation and reconstruction master plan document will serve as a reference for the preparation of Aceh and Nias restoration and reconstruction follow-up plans in the longer run, as well as a reference for the preparation of the Regional Medium-term Development Plan (RPJMD) of the Province of Nanggroe Aceh Darussalam and Kabupaten/Kota in Aceh and Nias Regency in the Province of North Sumatra.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.5. Systematics of the Master Plan Book&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overall, the Master Plan for the rehabilitation and reconstruction of NAD and Nias -- North Sumatra consists of twelve books; one Main Book and eleven Detailed Books, namely:&lt;br /&gt;1. Main Book : &lt;a href="http://www.reliefweb.int/library/documents/2005/govtidn-idn-12apr-main.pdf"&gt;MASTER PLAN FOR THE REHABILITATION AND RECONSTRUCTION FOR THE REGION AND PEOPLE OF THE PROVINCES OF NANGGROE ACEH DARUSSALAM AND NIAS ISLANDS -- NORTH SUMATRA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Detailed Plan Books&lt;br /&gt;[Links to Books I - XI will become live as the documents become available -ed]&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reliefweb.int/library/documents/2005/govtidn-idn-12apr-bk1.pdf"&gt;Book I: THE SPATIAL LAYOUT AND LAND AFFAIRS SECTOR PLAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reliefweb.int/library/documents/2005/govtidn-idn-12apr-bk2.pdf"&gt;Book II : THE NATURAL RESOURCES AND ENVIRONMENT SECTOR PLAN &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Book III : THE INFRASTRUCTURE AND HOUSING SECTOR PLAN&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reliefweb.int/library/documents/2005/govtidn-idn-12apr-bk4.pdf"&gt;Book IV : THE ECONOMIC AND MANPOWER SECTOR PLAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reliefweb.int/library/documents/2005/govtidn-idn-12apr-bk5.pdf"&gt;Book V : THE REGIONAL INSTITUTION SYSTEM PLAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Book VI : THE EDUCATION AND HEALTH SECTOR PLAN&lt;br /&gt;Book VII : THE RELIGIOUS, SOCIAL, CULTURAL AND HUMAN RESOURCES SECTOR PLAN&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reliefweb.int/library/documents/2005/govtidn-idn-12apr-bk8.pdf"&gt;Book VIII : THE LEGAL SECTOR PLAN &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Book IX : THE PUBLIC ORDER, SECURITY, AND RESILIENCE SECTOR PLAN&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reliefweb.int/library/documents/2005/govtidn-idn-12apr-bk10.pdf"&gt;Book X : IMPLEMENTATION OF GOOD GOVERNANCE PRINCIPLES AND SUPERVISION&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reliefweb.int/library/documents/2005/govtidn-idn-12apr-bk11.pdf"&gt;Book XI : FUNDING&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The main book of the Master Plan for the rehabilitation and reconstruction of Aceh and Nias Islands -- North Sumatra contains the description of the disaster aftermath and relief endeavors; as well as some fundamental principles, policies and general strategies for the implementation of rehabilitation and reconstruction. Furthermore, it also describes, in particular, spatial layout policies and strategies, and several cross-cutting issues that are related to the assistance to restore non-public productive assets, land ownership right, the handling of women and children disaster victims, and also security issues in managing rehabilitation and reconstruction.&lt;br /&gt;This Master Plan has been formulated through various public consultation forums involving a broad range of stakeholders. The communities concerned and the business community need to be involved in the further management of rehabilitation and reconstruction in order to make it participatory and reflecting the aspirations of the communities concerned. The main book of this Master Plan also particularly highlights rehabilitation and reconstruction institutions.&lt;br /&gt;The main book of the Master Plan also includes funding and accountability aspects as well as the supervision of the implementation of rehabilitation and reconstruction. It serves as general guidelines for the funding and supervision of the implementation of rehabilitation and reconstruction activities in general.&lt;br /&gt;Each detailed plan book contains damage and loss inventory; efforts that have been and that are being made in the emergency response phase; targets, policy direction, and rehabilitation and reconstruction strategy; as well as detailed plans for rehabilitation and reconstruction activities in each sector described in terms of Kabupaten/Kota, cross-Kabupaten/Kota, and other generally applicable activities that are not related to spatial utilization (aspatial).&lt;br /&gt;For each of the above purposes, the detailed plan for each sector contains: the name of the program referring to the functions, sub-functions, and State Budget programs; the name of the activity concerned; targets (quantitative); target groups; scope of the activity concerned; success indicators; timetable; correlation with other programs/activities; implementing agency and person in charge; cost estimate and funding sources.&lt;br /&gt;1 Data from the Department of Home Affairs on 9 March 2005 at 06:00 a.m.&lt;br /&gt;2 Data from Bakornas PBP, 14 March 2005.&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:void(openAcroreadLink())"&gt;(*)Get Adobe Acrobat Viewer (free)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115570814583792965?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115570814583792965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115570814583792965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/08/master-plan-for-rehabilitation-and.html' title=''/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115570777805617172</id><published>2006-08-16T12:55:00.000+07:00</published><updated>2006-08-16T12:56:18.070+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Fatwa Para Ulama dalam menyikapi krisis Libanon (Bag. II)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 10 Agustus 2006 - 06:08 PM,&lt;br /&gt;Penulis: Al-‘Allamah Asy Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali&lt;br /&gt;&lt;a class="pn-normal" href="http://www.darussalaf.or.id/myprint.php?sid=310" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="pn-normal" href="http://www.darussalaf.or.id/index.php?name=Recommend_Us&amp;req=FriendSend&amp;amp;sid=310"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Al-‘Allamah Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali dalam menyikapi krisis Libanon Beliau ditanya: “Apa pendapat Anda wahai Syaikh yang mulia tentang berbagai keadaan genting (krisis) di Libanon, Irak, Palestina? Jazakumullah khairan.” Jawaban:“Demi Allah, kami berpandangan bahwa jihad tetap tegak sampai hari kiamat dan merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh umat ini. Namun umat (Islam) ini telah melalaikan banyak perkara agama, diantaranya adalah jihad itu sendiri, sehingga Allah memberikan kekuatan kepada musuh-musuh untuk menguasai mereka.إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم “Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah [1 ] dan kalian mengambil ekor-ekor sapi (beternak) serta kalian senang dengan bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad di jalan Allah Azza Wajalla –bukan di atas jalannya kaum Rafidhah, bid’ah dan khurafat- maka Allah akan mencampakkan kehinaan pada diri kalian. Dan Dia (Allah) tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian.”Maka langkah yang paling pertama untuk menuju kemuliaan dan keluar dari kehinaan dan kerendahan adalah kembali kepada agama Allah. Ini langkah pertama dan bukan kembali kepada agamanya kaum Rafidhah yang ekstrim, yang mengkafirkan para shahabat lalu mengangkat bendera jihad! Mereka tidak kembali kepada agama, namun justru memerangi agama dan orang-orang yang komitmen dengannya! Bagaimana mungkin ini akan mendapatkan pertolongan!? Bagaimana mungkin ini dikatakan sebagai jihad di jalan Allah ?!Jihad haruslah dilakukan untuk menegakkan kalimat Allah.Terkadang seseorang terbunuh dalam berjihad, namun dia masuk neraka disebabkan karena dia tidak melakukannya dengan niat untuk menegakkan kalimat Allah Tabaraka wa Ta’ala.من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله “Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah”.الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله “Seseorang ada yang berperang karena modal keberanian semata, ada orang yang berperang karena semangat saja, ada yang berperang karena untuk mendapatkan pujian di mata manusia, yang manakah di jalan Allah? Maka beliau menjawab:“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah (di jalan Allah) Ta’ala”.Maka sebelum melakukan segala sesuatu, wajib bagi kaum muslimin untuk membenahi berbagai keadaan mereka dan kembali kepada agama yang telah dibawa oleh Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Serta kembali di atas petunjuk orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menyebarkan agama ini, yaitu para shahabat yang mulia, yang menyebarkan agama, berupa amalan-amalan yang shalih dan syi’ar-syi’ar Islam yang benar .Inilah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dalam berjihad yaitu untuk meninggikan kalimat-Nya.Sekarang saya bertanya kepada kalian : “Bendera yang ada di Libanon,yaitu bendera yang diangkat oleh Hizbullah, apakah bendera yang berhak dikatakan bahwa itu merupakan bendera di jalan Allah?! Apakah dikatakan bahwa itu jihad di jalan Allah ?! Sementara mereka (Hizbullah yang termasuk beragama Syi’ah Rafidlah, red) mengkafirkan para shahabat Muhammad - Shallallahu ‘alaihi wassalam - dan mempermainkan al-Qur’an dan merubahnya - dengan perubahan yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sekalipun - !?Kalian belum pernah membaca tentang kaum Rafidhah ? Bagi siapa yang membaca tentangnya, dia akan mendapati bahwa mereka lebih parah dalam melakukan perubahan terhadap agama Allah Ta’ala dibanding kaum Yahudi dan Nashara.Demi Allah, kami ingin berjihad namun dengan jihad yang benar. Maka wajib bagi umat ini untuk kembali kepada agamanya, kemudian setelah itu melakukan persiapan:وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu “ (QS Al Anfal:60).Sekarang ini, kelompok Hizbullah berperang semenjak tiga pekan yang lalu, tidak ada yang terbunuh dari mereka melainkan hanya delapan orang. Sementara yang terbunuh dari rakyat Libanon hampir mencapai seribu! Dan yang terusir dari mereka berjumlah ribuan, fasilitas-fasilitas umum mereka dihancurkan! Apakah ini yang dikatakan jihad yang dikehendaki Allah?!Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berjihad di Badar, di Uhud, di Khandaq dan ditempat lainnya, tidak satupun anak kecil yang terbunuh! Dan tidak satupun wanita yang terbunuh! Namun mereka ini (Hizbullah, red) menyusup dalam barisan para wanita dan anak-anak kecil, lalu datanglah berbagai serangan yang diarahkan (oleh Yahudi kafir, red) kepada mereka yang patut dikasihani. Apakah ini jihad?!Sekarang ini Yahudi telah menguasai daerah yang luas dan besar, ada dua puluh kampung di Libanon. Apakah ini jihad? Apakah ini yang dimaksudkan?Apakah kita berjihad agar wanita dan anak-anak kaum muslimin dibunuh, yayasan-yayasan mereka dihancurkan! Lalu ini yang dikatakan hasil dari jihad itu!Inilah jihad ‘akrobatik’. Inilah adalah jihad model Rafidhah! Maka wajib bagi kaum muslimin untuk berfikir dan kembali kepada agama mereka, sebelum melakukan segala sesuatu. Lalu setelah itu, mereka berjihad dengan tujuan meninggikan kalimat Allah.Sesungguhnya kita lebih mengimani tentang syari’at jihad dibanding mereka ini yang merupakan para pendusta yang hanya mengaku saja! Kami mengimaninya akan tetapi kami mengatakan kepada kaum muslimin : “Kembalilah kepada agama ini, bekali diri kalian untuk persiapan jihad dan mendapat pertolongan dari Allah Ta’ala. Sebab kalian tidak mungkin mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala, kecuali jika kalian berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah dan kalian berada di atas agama yang benar.Namun apa yang terjadi di Iraq? Berapa banyak kaum muslimin yang telah dibunuh oleh kaum Rafidhah!? Lebih dari seratus ribu jiwa atau lebih yang mereka sembelih dari kalangan para wanita, anak-anak, mereka usir, mereka merusak rumah-rumah, masjid-masjid dan menginjak-injak mushaf-mushaf! Dan berbagai kelakuan lainnya yang –demi Allah- tidak dilakukan oleh orang-orang Yahudi! Dan tatkala mereka melakukan berbagai tindakan kekejian ini semua, lalu mereka pun membuka front (di Libanon), mereka menertawai Ahlus Sunnah dan bergembira atas apa yang menimpa mereka.Apakah kalian menangisi Ahlus Sunnah dari penduduk Irak - dalam keadaan mereka disembelih, diusir, ratusan masjid-masjid mereka dirusak ?! Mungkin mencapai seratus ribu jiwa atau lebih yang terbunuh dari mereka!Apakah mereka (kaum Rafidhah) menangisi kematian kalian?! Apakah mereka mengangkat suara buat kalian?! Sama sekali tidak, sama sekali tidak!Maka tatkala si Rafidhi - yang beraliran kebatinan ini dating - banyak yang berpandangan bahwa dia mengangkat bendera jihad dan yang akan memimpin umat menuju kemuliaan dan pertolongan. Ini merupakan keberuntungan besar - diantara keberuntungan kaum Rafidhah- ! Sekarang ini umat Islam bersorak dan bertepuk tangan untuk mereka!!! Dan inilah yang diinginkan oleh kaum Rafidhah. Dimana dia (pimpinan Hizbullah) ini sekarang? Sekarang dimana panglima ini berada?! (Ketauhilah) Dia ada di tempat persembunyian, dia dan kelompoknya ada di tempat persembunyiannya! Sementara kehancuran dan kebinasaan menimpa rakyat jelata Libanon ! Penyembelihan (terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah) masih saja berlanjut di Irak! Darah kaum muslimin di Irak sangatlah murah, tidak sepantasnya disebut-sebut (dianggap berharga) menurut mereka! Bahkan darah seluruh kaum muslimin dan harta mereka adalah halal menurut kaum Rafidhah, sebab mereka menganggapnya kafir! Inilah hukum yang mereka terapkan!.Lalu dimana kita meletakkan akal kita? Sekarang ini kebanyakan yang membimbing kaum muslimin adalah orang-orang yang jahil dan bodoh! Tokoh-tokoh yang jahil sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ! Orang jahil (bodoh) yang berpenampilan sebagai ‘alim (pandai) dan tidak mengetahui hakekat Islam! Tidak mengetahui kekufuran, penyimpangan dan perbuatan zindiq yang dimiliki kaum Rafidhah.Telitilah kitab tafsir - dari kitab-kitab tafsir yang dimiliki Rafidhah- , mulai dari surah Al-Fatihah, perhatikan perubahan yang mereka lakukan, dimana orang Yahudi pun merasa malu darinya!((الصراط المستقيم)) “Jalan yang lurus”, maknanya Ali radhiallahu anhu!((غير المغضوب)) “Bukan jalan orang-orang yang dimurkai”, maknanya adalah jalan Abu Bakar, Umar dan Utsman –radhiallahu anhum-!((ألم. ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين)) “Alif Laam Mim. Itulah kitab yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”, makna orang-orang yang bertaqwa dalah pengikut Ali radhiallahu anhu (maksudnya kaum Rafidhah)!Dunia, Akhirat, Surga, semuanya milik Ali radhiallahu anhu dan para pengikutnya (maksudnya Rafidhah)!.(( إن الله لا يستحيي لأن يضرب مثلا ما بعوضة فما فوقها)) “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”, mereka mengatakan: yang dimaksud nyamuk adalah Ali radhiallahu anhu, sedangkan yang lebih rendah adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam. Yaitu Ali radhiallahu anhu kadang-kadang dianggap seperti nyamuk oleh mereka. Ini termasuk perbuatan zindiq dan cercaan mereka terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.Kadang-kadang mereka menganggap Ali radhiallahu anhu sebagai binatang melata, yang melata di muka bumi. Dan dia sebagai bintang, dia sebagai matahari, dia adalah langit sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai buah Tin dan Ali radhiallahu anhu sebagai buah Zaitun, para Imam (mereka) sebagai bukit Sinai. Ayat-ayat Al-Qur’an dan tanda-tanda kekuasaan alam seluruhnya yang dimaksud adalah para Imam mereka! Sedangkan tanda-tanda kemunafikan, kekufuran, siksaan, ayat-ayat celaan dan ancaman semuanya diterapkan kepada para shahabat .Abu Bakar –radhiallahu anhu- disiksa dengan siksaan yang paling keras, seperti Iblis. Dan Umar adalah setan di tempat manapun disebutkan dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat tentang hari Kebangkitan dan hari Pembalasan, menurut mereka yang dimaksud adalah keluarnya sang penegak hukum (Imam Mahdi, pen)! Berbagai macam penyelewengan yang tak terhitung banyaknya dalam kitab Allah dan berbagai kedustaan terhadap Ali radhiallahu anhu dan Ahlul Bait yang tak terhitung banyaknya!Semua yang menjelaskan tanda kekuasaan maksudnya adalah Ahlul Bait, engkau tidak membaca satu ayat pun dalam Al-Qur’an, baik ayat Kauniyyah maupun ayat Syar’iyyah melainkan mereka menyelewengkannya. Ayat-ayat tentang Tauhid mereka rubah menuju kepada kesesatan mereka!.(( وقال الله لا تتخذوا إلهين اثنين)) “ِAllah berfirman: Janganlah kalian menjadikan dua sesembahan.” Ayat ini (sebenarnya) mengajak kepada Tauhid dan memberi peringatan dari kesyirikan. (Namun) mereka mengatakan: “Janganlah kalian mengangkat dua Imam!”Ayat-ayat Tauhid mereka tidak jelaskan, bahkan menghindar darinya! Kalaupun jika mereka menjelaskannya, maka mereka merubahnya. Mereka tidak menyisakan sesuatu dari ayat tersebut melainkan mereka merubahnya!Mereka adalah musuh-musuh Islam, cukuplah bagi mereka sejarah hitam mereka yang selalu bersama Yahudi dan Nashara. Merekalah yang membawa pasukan Tartar dan menyembelih puluhan ribu, bahkan mungkin sejuta atau bahkan lebih!Merekalah yang meruntuhkan khilafah Abbasiyyah! Dalam perang di Afghanistan, sebagai negara tetangga mereka, mereka (kaum Syiah Rafidlah Iran) tidak ikut serta bersama kaum muslimin sedikitpun!!! Tidak di dalam Afghanistan dan tidak pula di luarnya.Tatkala Amerika datang ke Afghanistan untuk menjatuhkan kekuasaan Taliban, maka mereka menjadi tameng terkuat bersama Amerika dalam memerangi kaum muslimin. Merekalah yang turut mendatangkan Amerika dan sekutunya ke Irak. Mereka menambah kekuatan bersamanya untuk menyembelih kaum muslimin. Apakah ini Islam yang kita berjihad untuknya?Kaum Rafidhah ini lebih berbahaya dari Yahudi dan Nashara, dan apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Rafidhah lebih berbahaya dari apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Yahudi dan Nashara. Pahamilah perkara ini, adapun mereka yang (tertipu). Apakah mereka disesatkan ataukah mereka orang-orang yang tidak mengetahui ?!.Apakah ini pertolongan Allah? Apa yang telah dilakukan terhadap Ahlus Sunnah di Irak?! Apakah pernah engkau membimbing dengan satu ucapan untuk menasehati keluarga dan kaummu tentang kaum Rafidhah Bathiniyyah untuk menyeru agar mereka menahan diri (dari menyiksa) kaum muslimin?!Demi Allah, saya yakin bahwa mereka tidaklah melakukan ini melainkan untuk mempermainkan kaum muslimin dan menertawai mereka. Allah Maha mengetahui apa tujuan mereka di belakang semua ini!Jangan kalian membenarkan perselisihan mereka dengan Amerika! Ini semua dusta. Berapa banyak pembicaraan seputar pembuatan sel (instalasi) nuklir yang ada di Iran? Apakah tujuan mereka dengan menyimpan bahan nuklir tersebut, apakah untuk memerangi kaum Yahudi? Mereka pendusta!Iran selalu mengumumkan hal ini semenjak 70 tahun yang lalu, sementara kaum muslimin memerangi Yahudi dalam berbagai peperangan. Sudah berapa banyak mereka (kaum muslimin) mengikuti peperangan, menyumbangkan harta, turut berperan serta. Sementara Iran menghilang (tidak turun serta) ! Sekarang mereka bersorak dan menghendaki kaum muslimin memasuki pertempuran sedangkan mereka menghilang. Belum berhenti satu peperangan hingga dibuka kembali peperangan yang baru.Perencanaan pembuatan sel (instalasi) nuklir tersebut tidaklah dipersiapkan melainkan untuk negara-negara Teluk! Kaum muslimin harus memahami hal ini. Perhatikanlah perkara-perkara ini. Apakah dengan seperti ini lalu aku menganggapnya sebagai jihad di jalan Allah? Sama sekali tidak! (dengan sebab):Pertama: Aqidah mereka jelas, sebagaimana yang telah kami sebutkan sebagiannya.Kedua: Jihad merekapun jelas, dimana mereka bersembunyi di gua-gua, menyusup di rumah-rumah dan gedung-gedung! Allah Ta’ala lebih mengetahui, mungkin saja mereka mengutus Yahudi untuk menyerang tempat tersebut! Saya tidak menganggap mustahil hal tersebut! Sadarlah kalian terhadap makar dan tipu daya kaum Rafidhah.Demi Allah mereka menertawai Ahlus Sunnah, mereka memiliki orang-orang, di negeri Arab dan negeri-negeri Islam yang bekerja untuk mereka, guna menjembatani tersebarnya keyakinan Rafidhah di seluruh dunia Islam. Sekarang dakwah mereka tersebar di dunia Islam, di bagian Asia Timur mereka memiliki Ma’had, sekolah, para da’i di negara-negara Afrika. Telah berlalu waktu dimana mereka tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan ini semua. Hingga datangnya sebagian kelompok yang berkhianat, lalu membukakan jalan bagi mereka dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyebarkannya di dunia Islam.Sekarang merekapun menertawakan kaum muslimin. Tangan mereka masih berlumuran darah kaum Muslimin di Iraq, lalu bersamaan dengan itu mereka ingin agar kita membantu mereka?!Sementara musibahnya menimpa rakyat Libanon dan rakyat Palestina. Lalu apa kerugian yang dialami kaum Rafidhah dalam semua peperangan ini?! (Tidak ada!!-pen)Baik di Palestina, di Afghanistan dan selainnya dari semenjak 70 tahun yang lalu hingga sekarang? Apa yang telah diperbuat oleh para pendusta ini?!”Transkrip asli dalam bahasa Arab :------------------------------------------------------------------------------------------------------------كلام الشيخ ربيع المدخلي– حفظه الله- حول الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين...........................................................سؤال: ما رأي فضيلتكم في الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين وجزاكم الله خيراً؟الجواب: والله نحن نرى أن الجهاد قائم إلى يوم القيامة، وواجب على هذه الأمة ولكن هذه الأمة ضيعت أموراً كثيرة، ومنها الجهاد فسلط الله عليهم الأعداء!(إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم).أول خطوة إلى العزة والخروج من الذل والهوان هو الرجوع إلى دين الله.هذه الخطوة الأولى، وليس الرجوع إلى الدين الرافضي الغالي المكفِّر للصحابة يرفع راية الجهاد! هو لم يرجع إلى الدين! بل يحارب الدين ويحارب أهله! كيف ينتصر هذا؟! كيف يكون هذا جهادا في سبيل الله ؟! فالجهاد لابد أن يكون لإعلاء كلمة الله، قد يقتل في الجهاد ويدخل النار لإنه ما يريد إعلاء كلمة الله -تبارك وتعالى-. من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله (الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله).فعلى المسلمين قبل كل شيء أن يصححوا أوضاعهم، ويرجعوا إلى الدين الذي كان عليه محمد عليه الصلاة والسلام، والذي جاهد في نشره هو وأصحابه الكرام هذا الدين من التوحيد ومن الأعمال الصالحة وشعائر الإسلام الصحيحة هذا الذي جاهد رسول الله لإعلائه .أنا أسألكم الآن : هذه الراية التي في لبنان راية والتي يرفعها حزب الله هل هي راية تستحق أن يطلق عليها أنها راية في سبيل الله ؟! ويطلق عليها أنها جهاد في سبيل الله! وهم يكفرون أصحاب محمد ويعبثون بالقرآن ويحرفونه تحريفاً لم يلحقهم فيه اليهود؟!أنتم لم تقرؤا للرافضة! الذي يقرأ يجد أنهم أشد تحريفا لدين الله من اليهود والنصارى!.والله نحن نريد الجهاد لكن الجهاد، الصحيح فعلى الأمة أن ترجع إلى الدين ثم تعد العدة {وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ }الأنفال:60الآن حزب الله يقاتل من ثلاثة أسابيع ما قتل منهم إلا ثمانية وقتل من الشعب اللبناني قرابة الألف! وشرد منهم الألوف ودمرت مؤسساتهم! أهذا هو الجهاد الذي يريده الله؟! الرسول صلى الله عليه وسلم جاهد في بدر، في أحد، في الخندق، في غيرها ما قتل طفل واحد ! ولا قتلت امرأة واحدة! هؤلاء يندسون في صفوف النساء والأطفال وتجيء الضربات على هؤلاء المساكين أهذا جهاد بالجهاد؟!الآن اليهود احتلوا مسافات كثيرة عشرين قرية من لبنان أهذا هو الجهاد؟! أهذا هو المقصود؟! نجاهد ليقتل نساء المسلمين وأطفالهم وتدمَّر مؤسساتهم! وتكون هذه هي النتيجة !هذا جهاد بهلواني! جهاد رافضي! يجب على المسلمين أن يتعقلوا وأن يرجعوا إلى دينهم قبل كل شيء، ثم بعد ذلك يجاهدون لإعلاء كلمة الله.نحن نؤمن بالجهاد أكثر من هؤلاء الكذابين الأدعياء! نؤمن به لكن نقول للمسلمين ارجعوا أهّلوا أنفسكم للجهاد والنصر.لأنكم لا تستحقون النصر من الله إلا إذا قاتلتم لإعلاء كلمة الله وكنتم على الدين الصحيح.ثم ماذا جرى في العراق كم قتل الروافض من المسلمين أهل السنة؟!أكثر من مائة ألف يذبحون النساء والأطفال ويشردونهم ويخربون بيوتهم ويخربون مساجدهم ويدوسون على مصاحفهم! ويفعلون أفاعيل والله لا يفعلها اليهود! ولما ارتكبوا الجرائم هذه كلها فتحوا الجبهة هذه ، يضحكون على أهل السنة ثم يطبّلون لهم هل بكيتم على أهل العراق أهل السنة وهم يذبحون ويشردون وتخرب المئات من مساجدهم ؟! يمكن مائة ألف أو أكثر قتل منهم!هل قطرت لكم دمعة ؟! هل ارتفع لكم صوت؟! لا شيء لا شيء!ولما جاء هذا الرافضي الباطني تصور الكثير أنه رافع راية الجهاد وقائد الأمة إلى العزة والنصر .هذا مكسب عظيم من مكاسب الروافض! أن الأمة تهتف وتصفق له الآن! هذا الذي يريده الروافض. أين هو الآن؟ أين هذا القائد الآن ؟!هو في مخبأ هو وجماعته في المخابئ!والدمار والهلاك ينزل بالشعب اللبناني المسكين! والمذابح لا تزال مستمرة في العراق! فالمسلمون دمائهم رخيصة في العراق لا تستحق أن تذكر عند هؤلاء! بل دماء جميع المسلمين وأموالهم حلال عند الروافض لأنهم كفار فهذا حكمهم! أين العقول؟!الآن الذي يقود الناس أكثرهم جهلاء وسفهاء! رؤوس جهال كما قال الرسول الكريم عليه الصلاة والسلام!متعالم جاهل لا يعرف حقيقة الإسلام! ولا يعرف ماذا عند الروافض من الكفر والإلحاد والزندقة! اقرؤا: أي تفسير من تفاسير الروافض وابدؤا من الفاتحة وانظر إلى التحريف الذي يخجل منه اليهود! (الصراط المستقيم) : على-رضي الله عنه-!(المغضوب عليهم) : أبو بكر وعمر وعثمان –رضى الله عنهم-!( ألم ذلك الكتاب لا ريب فيه): الكتاب على –رضي الله عنه-!(هدى للمتقين) : المتقين هم شيعته!الدنيا والآخرة والجنة كلها لعلي –رضي الله عنه- وشيعته!يعني علي –رضي الله عنه - أحيانا عندهم بعوضة! (إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا): قالوا البعوضة : علي – رضي الله عنه - فما فوقها محمد صلى الله عليه وسلم وهذه من زندقتهم وطعنهم في على ورسول الله صلى الله عليه وسلم .وعلي-رضي الله عنه- أحيانا الدابة :دابة الأرض وهو النجم وهو الشمس وهو السماء ورسول الله صلى الله عليه وسلم التين وعلى – رضي الله عنه الزيتون- والأئمة طور سينين والآيات القرآنية والكونية كلها المراد بها الأئمة وآيات النفاق والكفر والعذاب وآيات الذم والوعيد كلها تنزل على الصحابة وأبوبكر يعذب ضعف عذاب إبليس وعمر هو الشيطان أينما ورد في القرآن .وآيات البعث والجزاء المراد بها عندهم خروج القائم! وتحريفات لا تحصى لكتاب الله، وأكاذيب على علي –رضي الله عنه- وأهل البيت لا تحصى! والآيات أهل البيت ما تقرأ آية في القرآن؛ آية كونية أو آية شرعية إلا حرفوها آيات التوحيد حرفوها لضلالهم!(وَقَالَ اللّهُ لاَ تَتَّخِذُواْ إِلـهَيْنِ اثْنَيْنِ) هذه تدعو إلى التوحيد وتحذير من الشرك قالوا لا تتخذ إمامين!آيات التوحيد لا يشرحونها بل يهربون منها! وإذا تناولوها حرفوها ما تركوا شيء إلا حرفوه!هؤلاء أعداء الإسلام يكفيهم أنهم تأريخهم أسود دائما مع النصارى واليهود والله أعلم أن هذه لعبة بينهم وبين واليهود والنصارى.هم الذين جاؤا بالتتار وذبحوا الألوف المؤلفة ممكن مليون أو أكثر!وأسقطوا الخلافة العباسية! وفي الحرب الأفغانية بجوارهم ما شاركوا المسلمين بشيء لا في داخل أفغانستان ولا في خارجه.ولما جاء الأمريكان لإسقاط طالبان كانوا أقوى درع مع الأمريكان ضد المسلمين وهم الذين جاؤا بالأمريكان ودول التحالف للعراق.وتقووا بهم وشرعوا في تذبيح المسلمين أهذا هو الإسلام الذي نجاهد من أجله؟!هو الرفض الذي هو أخطر من اليهودية والنصرانية، والذي نزل بالمسلمين عن طريق الرفض أشد وأنكي مما نزل بالمسلمين عن طريق اليهود والنصارى.افهموا هذه الأشياء وهؤلاء المضللون إما مضللون وأما أغبياء ؟!هذا نصر الله ماذا عمل لأهل السنة في العراق؟! هل وجهت كلمة واحدة تنصح عشيرتك وقومك الروافض الباطنية أن يكفوا أيديهم عن المسلمين؟! والله أنا أعتقد أنهم ما عملوا هذا إلا تلهيةً للمسلمين وضحكا عليهم والله أعلم ما عندهم من أهداف من وراء هذا!لا تصدقوهم في خلافهم مع أمريكا! هذا كله كذب، كم الآن من الكلام حول الملف النووي الإيراني؟! الملف النووي ما هو هذا البرنامج؟! هل سيحارب به اليهود؟! كذابون!.إيران تدندن من سبعين سنة! المسلمون مع اليهود في معارك وكم دخلوا من الحروب، وكم قدموا من الأموال، وكم قدموا من الأعمال، وإيران تتفرج!والآن تتطبّل وتريد من المسلمون أن يدخلوا في الحرب وهي تتفرج! وما أن تنتهي الحرب حتى تفتح عليهم حرب جديدة!.هذا البرنامج النووي ما تعده إلا لدول الخليج! يجب أن يفهم الناس هذا. فتنبهوا لهذه الأشياء !هذا ما أعتبره جهاداً في سبيل الله أبدا؟!أولا أهله عقائدهم معروفة ! كما ذكرنا لكم بعضها.ثانيا: جهادهم معروف كيف يختبئون في الكهوف ويندسون في البيوت و العمارات! والله أعلم هم يرسلون لليهود لضرب المكان الفلاني! لا أستبعد هذا!فتيقظوا لمكايد الروافض. والله إنهم يضحكون على أهل السنة ولهم عملاء في البلاد العربية والإسلامية يطبّلون لهم! وهم جسور لمد الرفض في العالم الإسلامي كله.والآن دعوتهم لها انتشار في العالم الإسلامي في شرق آسيا لها معاهد ولها مدارس ولها دعاة في دول أفريقيا، ومرت عليها قرون و ما كانوا يحلمون بهذه الأشياء! حتى جاءت بعض الأحزاب الخائنة ففتحت لهم الطريق والمجالات أمامهم للانتشار في العالم الإسلامي والآن يضحكون على المسلمين.أيديهم تقطر من دماء أهل العراق وفي نفس الوقت ويريدون منّا أن نساندهم والمصيبة على الشعب اللبناني والشعب الفلسطيني. ثم ما هي خسائر الروافض في الحروب كلها؟! في فلسطين وأفغانستان وغيرهما من سبعين سنة إلى الآن؟! وماذا قدم الأفاكون ؟!.انتهى كلام الشيخ حفظه الله ورعاه .فرغ هذه الكلمة ثم عرضها على الشيخ ربيع – حفظه الله -أخوكم: سلطان بن محمد الجهنيبتاريخ(12/7/1427هـ/ الموافق 6/8/2006م)................................................في محاضرة: (عوائق عن طلب العلم )ضمن برنامج: دورة الإمام عبد العزيز بن باز –رحمه الله- بالطائف بتاريخ(10/7/1427هـ/ الموافق 4/8/2006م)(بمسجد الملك فهد – رحمه الله- الطائف) Footnote : 1. Salah satu jenis praktek yang dilakukan dengan cara riba(Dikutip dari ceramah Asy Syaikh Rabi’ Ibn Haadi al Madkhali yang berjudul “Penghalang-penghalang dalam menuntut ilmu” pada hari Jum’at. Dalam acara: Daurah Imam Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah di Thaif, pada tanggal: 10-7-1427 H, bertepatan dengan tanggal 4-8-2006 M di Masjid Raja Fahd rahimahullah. Ditranskrip oleh Al-Akh Al-Fadhil Sulthan Al-Juhani dan diterjemahkan oleh Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi. URL sumber http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=337298)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115570777805617172?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115570777805617172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115570777805617172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/08/fatwa-para-ulama-dalam-menyikapi_15.html' title=''/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115570756281382028</id><published>2006-08-16T12:50:00.000+07:00</published><updated>2006-08-16T12:53:25.403+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Fatwa Para Ulama dalam menyikapi krisis Libanon (Bag. I)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="center"&gt;Kamis, 10 Agustus 2006 - 01:51 PM, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Penulis: Al-'Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;a class="pn-normal" href="http://www.darussalaf.or.id/myprint.php?sid=309" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="pn-normal" href="http://www.darussalaf.or.id/index.php?name=Recommend_Us&amp;req=FriendSend&amp;amp;sid=309"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Al-'Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah terkait krisis Libanon: “Pada masa ini telah banyak berbagai kejadian yang mengerikan yang menimpa kaum muslimin, disebabkan karena serangan dari musuh-musuh Allah dari segala arah. Perang di Afghanistan, perang di Irak, perang di Palestina, perang di Libanon. Namun yang kita dengar dan yang kita baca dari para penulis berita, yakni semua hujatan ditumpahkan kepada musuh-musuh Allah tersebut. Yakni dengan menyatakan kekejian perbuatan mereka dan mengecam apa yang mereka perbuat. Tentu hal ini adalah perkara yang tidak diragukan lagi. Namun apakah musuh yang kafir tersebut akan menahan diri dari perbuatannya dengan berbagai kecaman tersebut? Orang-orang kafir, sejak dulu kala selalu menghendaki agar Islam dihapuskan dari permukaan (bumi). Sebagaimana firman Allah:وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ (Yang artinya ) : “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. (QS Al-Baqarah:217)Akan tetapi permasalahannya adalah apa yang telah disiapkan oleh kaum muslimin untuk menghadapi mereka dan mencegah sikap brutal mereka? Sesungguhnya yang wajib atas mereka (diantaranya) :- Pertama: melihat kenyataan kaum muslimin dalam pengamalan agamanya. Sesungguhnya apa yang menimpa mereka hanyalah disebabkan karena mereka melalaikan agamanya. Dalam sebuah atsar: “Jika orang yang mengenal-Ku berbuat maksiat kepada-Ku, maka Aku akan menjadikan orang yang tidak mengenal-Ku untuk menguasainya.” Apa yang telah menimpa Bani Israil disaat mereka meninggalkan agama mereka dan membuat kerusakan di muka bumi ? Maka Allah menjadikan orang-orang kafir Majusi menguasai mereka sehingga merekapun memporak-porandakan isi kampung-kampung mereka - sebagaimana yang Allah sebutkan di awal surat Al-Isra’. Dan Allah mengancam mereka apabila mereka kembali tetap dalam keadaan demikian, maka Allah akan mengembalikan kesengsaraan tersebut kepada mereka. Maka kita harus mengoreksi kondisi kita, lantas mengkoreksi apakah ada kekeliruan dalam menjalankan agama kita. Sebab ketetapan dari Allah (Sunnatullah) tidaklah berubah. Sungguh Allah Ta’ala berfirman:إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ(Yang artinya ) : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d: 11)- Kedua: hendaklah kita melakukan persiapan untuk menghadapi musuh kita, sebagaimana firman Allah Ta’ala:وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ (Yang artinya ) : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu mampu dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. (QS Al-Anfal:60)Yaitu dengan cara pembentukan pasukan dan persenjataan yang layak dan kekuatan yang dapat menaklukkan mereka.- Ketiga: menyatukan kalimat kaum muslimin diatas aqidah, Tauhid dan menegakkan hukum Syari’at, serta komitmen dengan Islam dalam setiap perkara kita, baik dalam perkara mu’amalah, akhlaq, berhukum dengan Kitabullah (Al Qur'an), melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar disertai mengajak kepada jalan Allah dengan ilmu dan penjelasan serta ikhlas. Allah Ta’ala berfirman:وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ (Yang artinya ) : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS Ali Imran: 103)Dan firman-Nya:وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ(Yang artinya ) : “Janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al-Anfal :46)Dan tidaklah mungkin terjadi persatuan bila berbeda dalam hal aqidah dan berbeda pula dalam maksud dan tujuan. Sampai aqidahnya benar dan tujuan disatukan yaitu untuk menolong kebenaran dan untuk meninggikan kalimat Allah. Alangkah baiknya jika para khatib, para pemberi nasehat mengkonsentrasikan khutbah dan nasehat mereka dalam perkara-perkara ini. Disamping mengecam perbuatan musuh yang melampaui batas, menjelaskan tujuan-tujuan busuk mereka. Sesungguhnya musuh Allah tersebut tidaklah memaksudkan untuk melemahkan kaum muslimin dan merampas kekayaan mereka (muslimin) saja. Namun maksud utama mereka adalah merusak aqidah kaum muslimin dan memalingkannya dari agama mereka, sampai mereka berhasil mengikis habis hingga ke akar-akarnya. Ini yang ingin aku peringatkan berkenaan tentang menyikapi krisis yang menimpa ini. Allah senantiasa mengatakan kebenaran dan membimbing ke jalan yang lurus. Shalawat serta salam Allah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.”Transkrip asli dalam bahasa Arab :----------------------------------------------------------------------------------(( تلم بالمسلمين في الوقت الحاضر أحداث مروعة من تسلط الأعداء عليهم من كل جانب حرب في أفغانستان حرب في العراق حرب في فلسطين حرب في لبنان والذي نسمعه ونقرؤه من خطبائنا وكتابنا كله صب للوم على الأعداء وتجريم أفعالهم وشكاية لهم.وهذه الأمور لاشك فيها. ولكن هل يرتدع العدو الكافر بهذه الصيحات. الكفار من قديم الزمان يريدون محو الإسلام من الوجود كما قال تعالى ( وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ) ولكن الشأن ماذا أعد المسلمون لمقابلتهم وصد عدوانهم إنه يجب عليهم:أولاً: النظر في واقعهم نحو دينهم وتمسكهم به فإن ما أصابهم إنما هو بسبب تفريطهم في دينهم. وفي الأثر: إذا عصاني من يعرفني سلطت عليه من لا يعرفني. وماذا حصل لبني إسرائيل عندما تخلو عن دينهم وأفسدوا في الأرض سلط الله عليهم كفار المجوس فجاسوا خلال الديار كما ذكر الله ذلك في أول سورة الإسراء. وتوعدهم الله أنهم إن عادوا لحالتهم أعاد الله عليهم النقمة. فلابدّ أن نراجع واقعنا ونصلح ما فسد من أمرنا نحو ديننا فسنة الله لا تتغير وقد قال تعالى :( إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ ).ثانياً: علينا أن نعد العدة التي نواجه بها عدونا كما قال تعالى: ( َأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ ).وذلك بتكوين الجيوش والأسلحة المناسبة والقوة الرادعة.ثالثاً: اجتماع كلمة المسلمين على عقيدة التوحيد وتحكيم الشريعة والالتزام بالإسلام في كل أمورنا من معاملات وأخلاق وتحكيم لكتاب الله وأمر بالمعروف ونهى عن المنكر ودعوة إلى الله بعلم وبصيرة وإخلاص قال تعالى :( وقال تعالى:( وَلاَ(وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ) ولا يمكن الاجتماع مع الاختلاف في العقيدة.والاختلاف في المقاصد والأهداف حتى تكون العقيدة سليمة والأهداف موحدة لنصرة الحق وإعلاء كلمة الله وليت الخطباء والوعاظ يركزون في خطبهم ومواعظهم على هذه المعاني مع التنديد بالعدو المعتدي وبيان مقاصده الخبيثة وأنه لا يقصد إضعاف المسلمين ونزع ثرواتهم فقط وإنما يقصد بالدرجة الأولى إفساد عقيدتهم وصرفهم عن دينهم حتى يتسنى له تقطيع أوصالهم. هذا ما أحببت التنبيه عليه حيال هذه النوازل المروعة.والله يقول الحق وهو يهدي السبيل. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه.))----------------------------------------------------------------------------------(Ditranskrip oleh Al-Akh Ahmad Diwani dalam situs Sahab. Url sumber situs http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=337224 dan diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115570756281382028?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115570756281382028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115570756281382028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/08/fatwa-para-ulama-dalam-menyikapi.html' title=''/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32553700.post-115562301800691145</id><published>2006-08-15T13:21:00.000+07:00</published><updated>2006-08-15T13:23:38.016+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Welcome to North Sumatera&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.indo.com/geo/maps/bmap.map"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indo.com/indonesia/n_sumatera.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;In contrast to the small island of Bali, the province of North Sumatera is large with one of the biggest lakes in the world, Lake Toba, at its navel. The continuous mountain of Bukit Barisan, which extends from Aceh at the tip of the island of Sumatera to Lampung at the bottom of the island, guards the province on the west side, providing home for thick, tropical jungles and lush vegetations. As you go down the western mountains towards the beaches of the east, mountain streams, strong rivers, and gorgeous waterfalls will accompany you.&lt;br /&gt;Relative to Bali, North Sumatera has very heterogenous ethnic groups, and thus, cultures. The people of the eastern coasts, also known as the Malays (Melayu) have markedly different traditions and culture from the Batak highlanders who live around Lake Toba and Samosir Island. Further south, the Mandailings and Angkolas, and the Island of Nias, have yet more flavors of traditions and culture.&lt;br /&gt;There are many places to see in this cultural salad bowl:&lt;br /&gt;Medan The capital of the province of North Sumatera, Medan houses the government offices and business centers, effectively making it the largest city outside of the island of Java. Medan owes its cultural heritage to the kingdom of Deli, whose place of worship, Mesjid Agung (Grand Mosque), and palace, Istana Maimun (The Maimun Palace) undoubtedly show its past greatness.&lt;br /&gt;Lake Toba Lake Toba, the crater lake in the middle of the province, is a popular tourist resort, especially the town of Parapat on its shore. Its cool and dry mountain climate makes it the perfect place to relax.The Batak Toba and Batak Simalungun people live around Parapat. The Batak people, composed of Batak Toba, Simalungun, Pak-Pak, and Karo, are known for their expression, which is often materialized in lively and sentimental love songs. If every person in Bali can carve, every person in Batak can sing or play the guitar. The Karo highland As you drive south from Medan into the Karo highland, the Great Bukit Barisan Forest Park greets you with its distinctive Karonese gazebo decorated with ret-ret, a two-headed, lizard-like animal that is carved on the walls of traditional Karonese family houses. Along the windy, mountainous road to the Karo highland, as you pass the Sibolangit National Garden, chants of monkeys and possibly orang-utans will accompany you, mysteriously appearing and disappearing from the thick jungle.The town of Berastagi, located at the foot of Mount Sibayak, will greet you with its lovely flowers. The smell of fresh vegetables and the colorful and aromatic arrangements of fruit will etch their place in your memory. Try markisah (Passion Fruit)...&lt;br /&gt;Sipiso-piso Waterfall and Tongging Further south from Berastagi and Kabanjahe, the Karonese portion of Lake Toba is marked with a thin yet tall waterfall.&lt;br /&gt;NiasIsland Off to the west of the island of Sumatera, the island of Nias provides another item in your cultural plate with its distinct culture. The water surrounding the island is a great place to surf and to scubadive. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;kesehatan, riligion
http://ping.feedburner.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32553700-115562301800691145?l=ridho20158.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115562301800691145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32553700/posts/default/115562301800691145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridho20158.blogspot.com/2006/08/welcome-to-north-sumatera-in-contrast.html' title=''/><author><name>rid</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
